Ababil adalah singkatan dari ABG (Anak Baru Gede) yang Labil (Istilah bahasa pergaulan remaja). Istilah ini ada sejak 3 tahun lalu ketika booming microblog seperti Friendster, Facebook, Twitter, Blackberry Messenger, dsb namun istilah itu sangat popoler di era Twitter. Ababil itu merupakan suatu proses yang akan dilalui oleh setiap anak pada masa remaja menuju dewasa yaitu masa pancarian jati diri. Ababil merupakan istilah yang digunakan untuk mengejek remaja yang sedang mencari jati diri atau labil, dan secara terbuka telah menjadikan ini sebagai identitas kelompoknya. Ababil itu belum tentu Alay, tetapi Alay sudah pasti ababil.
Ababil lebih banyak mengekspresikan kreatifitas diri dengan meniru dan ikut-ikutan atau bahkan hidup statis tanpa coba mengasah daya kreasi dalam dirinya (kreatifitas kurang memadai dalam dirinya). Namun bila kreatifitas tidak dibekali cukup nilai-nilai norma susila dan agama, bisa membahayakan, terutama bagi seorang yang belum cukup kedewasaaan berpikirnya karena banyak ditemukan kreatifitasnya yang berbau pornografi atau foto mesum. Contohnya seorang pria Skotlandia umur 20 tahun bernama Ryan Lidel meninju nenek berumur 76 tahun di bagian kepala, menyeretnya ke tempat tidur dalam upaya untuk memperkosanya (“THE SUN” 3/6/2011).
Ciri-ciri Ababil :
- Berumur antara 12-20 tahun.
- Belajar merokok dan bicara kasar.
- Merasa selalu benar, cari perhatian dengan meributkan sesuatu.
- Sering membicarakan idola kepada temannya atau di microblognya, mengikuti, hadir, teriak histeris di tempat idola berada, dan mengidolakan artis baru karena daya tarik fisik.
- Bicara di belakang atau bergosip, serta senang keroyokan.
- Pamer atau exhibitionist bagian tubuh (narsis foto), barang baru, atau ke tempat-tempat yang ramai dibicarakan seperti tempat makan dan minum remaja.
- Mencurahkan isi hati di microblog dan membicarakan kegalauannya.
- Mudah ditemukan di pusat perbelanjaan atau Mall.
- Ikuti trend seperti membeli Blacberry, sepeda Fixie, pasang Bracket (Behel gigi), dsb.


