KALA DULU
Oleh Izharul Haq
Kala dulu negeriku Indonesiaku satu
Garuda sayapnya terlihat jelas di mataku
Sebelum ternoda keegoisanmu
Sempat tertegun hamba malu
Sukar terasa maksud tuan tanahnya
Menjual rakyat sebagai budak pada tamu negara
Harta bawah tanah yang mewah
Terhisap di perut penjajah
Sial, seperti boneka saja
Dimana kita, Mengapa kita
terbelenggu bisnis kotor
atas nama keadilan
atas nama manusia
bahkan atas nama tuhan
Andai terpimpin oleh seorang melankolis mungkin lebih baik jadinya
daripada jenius yang khianati amanah
Andai puisi ini hukumnya, lebih baik jadinya juga
Dulu kala negeriku Indonesia yang sempat berjaya
Kamis, 05 September 2013
PANTUN 5
“Bunga mawar tangkai berduri
Laris manis pedang cendol
Aku tersenyum malu sekali
Ingat dulu suka mengompol”
Laris manis pedang cendol
Aku tersenyum malu sekali
Ingat dulu suka mengompol”
“Jalan-jalan ke Kota Arab
Jangan lupa membeli kitab
Cewek sekarang tidak bisa diharap
Bodi bohai betis berkurap”
Jangan lupa membeli kitab
Cewek sekarang tidak bisa diharap
Bodi bohai betis berkurap”
“Kelap-kelip lampu diskotik
Ada musik tambah asik
Gimana mau nilai apik
Makannya cuma keripik”
Ada musik tambah asik
Gimana mau nilai apik
Makannya cuma keripik”
Langganan:
Postingan (Atom)

