Sabtu, 23 November 2013

Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar


ON FIRE: Point guard Pelita Jaya Energi Mega Persada Robert Santo Yunarto (kanan) melepaskan diri dari penjagaan Made Indra Novrihadi (Bimasakti Nikko Steel Malang), Sabtu (23/11). (Foto: Farid Fandi/Jawa Pos)
nblindonesia.com - 24/11/2013
Pelita Jaya Sapu Bersih Seri I
SEPERTI prediksi sebelumnya, Pelita Jaya (PJ) Energi Mega Persada Jakarta menyapu bersih semua kemenangan di seri I Malang. Sebagai tim dengan organisasi permainan paling stabil, PJ mudah untuk mengalahkan Bimasakti Nikko Steel Malang 73-55 di kandangnya sendiri semalam.

Kemenangan tersebut adalah yang kelima bagi PJ di seri I itu. Sebelumnya, PJ telah memenangi laga melawan CLS Knights Surabaya, NSH GMC Jakarta, JNE BSC Bandung Utama, dan Hangtuah Sumsel IM secara beruntun.

Selain itu, kemenangan PJ selalu saja mantap. PJ nyaris tidak pernah tertinggal pada kuarter pertama dari semua lawan tersebut. Penampilan baik pada seri I itu menjadi warning bagi tim mana pun bahwa PJ merupakan salah satu kandidat terkuat untuk menjadi juara musim ini.

Kemenangan tersebut menjadi kado spesial bagi power forward Ponsianus Nyoman Indrawan. Koming, panggilannya, berhasil masuk klub elite 1.000 points club. Membutuhkan empat angka lagi untuk mencetak 1.000 poin, Koming malah berhasil membukukan 12 angka.

Top scorer PJ dalam pertandingan kemarin adalah Ary Chandra yang mencetak 20 poin. Dimas Aryo Dewanto -seperti biasa- membuat sebelas angka untuk kemenangan timnya.

"Tentu senang sekali mencapai seribu poin," ucap Koming seusai laga. "Apalagi,saya melakukannya di GOR Bimasakti, tempat saya memulai segalanya. Banyak teman juga yang menonton," imbuhnya.

Koming memang mengawali karir profesionalnya di Bimasakti pada 2006. Dia akhirnya pindah dan membela PJ pada musim pertama NBL Indonesia 2010-2011.

Dengan masuknya Koming, artinya ada empat pilar Pelita Jaya yang masuk 1.000 points club. Tiga lainnya adalah Ary Chandra, Andy Poedjakesuma, dan Dimas Aryo Dewanto. (nur/c11/ham)
Story Provided by Jawa Pos
Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar


JADI PENENTU: Point guard CLS Knights Surabaya Dimaz Muharri (tengah) melepaskan tembakan dan berupaya dihadang Erick Sebayang dari Satria Muda BritAma Jakarta di GOR Bimasakti, Sabtu malam (23/11). (Foto: Farid Fandi/Jawa Pos)
nblindonesia.com - 24/11/2013
Berkat Kepahlawanan Genting Dimaz
CLS Menang Tipis 79-77 atas Satria Muda
KAPTEN CLS Knights Surabaya Dwi Haryoko nyaris menjadi pesakitan dalam laga kelas berat melawan Satria Muda (SM) Britama Jakarta di GOR Bimaskati Malang tadi malam. Mendapat jatah dua kali free throw enam detik sebelum kuarter keempat berakhir, dua kali pula Dwi gagal mengonversi peluang.

Untung bagi Dwi. Untung juga bagi CLS. Sisa waktu enam detik tidak cukup bagi SM untuk menyamakan kedudukan atau memastikan kemenangan. CLS menang dengan skor 79-77 dalam lanjutan seri I Speedy NBL Indonesia 2013-2014.

Dimaz Muharri menjadi pahlawan CLS. Secara heroik, point guard kelahiran Binjai, Sumatera Utara, tersebut melakukan apa pun saat laga menyisakan 19 detik.

Episode pertama kepahlawanan Dimaz terjadi saat dia melakukan steal kepada Erick Sebayang. Dengan cepat, Dimaz berlari sendirian dan melakukan easy layup untuk membawa CLS unggul 79-77.

Setelah itu, saat SM mencoba mengejar dalam situasi genting, Dimaz mengeblok tembakan Sebayang. Pemain berusia 28 tahun itu lantas melakukan rebound enam detik sebelum laga bubar.

Dimaz memang hanya mencetak empat poin. Namun, perannya dengan 7 rebound, 5 assist, dan 4 steal membuktikan bahwa dia adalah point guard serbaguna.

Jangan lupakan pula peran pemain muda Wisnu Budhidarma Saputra. Meski merasakan kesakitan karena cedera engkel kanan, absen dalam tiga pertandingan terakhir, Wisnu menjadi top scorer dengan mencatatkan 16 poin. ''Memang sempat sakit, tetapi untuk bergerak tidak terlalu. Kami lebih tenang dalam pertandingan ini,'' ucap Wisnu.

Selain Wisnu, small forward Tony Agus tampil baik dengan 15 poin. Shooting guard Sandy Febiansyakh menambahkan 10 angka untuk kemenangan timnya.

Memang, prediksi di awal menjadi kenyataan. Siapa pun tim yang bisa konsisten dengan gaya main sendiri akan tampil menjadi pemenang. CLS yang terus mengajak SM berlari akhirnya meraih victory ketiganya pada seri ini. Kemenangan itu sangat manis bagi CLS. Bagaimana tidak, CLS memang tidak terlalu dijagokan dalam big match tersebut. Secara materi, SM unggul atas CLS.

Pelatih CLS Kim Dong-won secara berani kembali mengusung zone defense 2-3. Itu tidak berhasil seratus persen. Sebab, zone defense Mr Kim berkali-kali dibombardir dengan tembakan dari area tiga angka.

Buktinya, dua penembak jitu SM Amin Prihantono dan Faisal J. Achmad merajalela dengan 21 poin dan 19 angka. Namun, andai kata Mr Kim memakai man-to-man marking pun, SM akan merajalela di paint area dan melakukan penetrasi.

Akhirnya, kekalahan SM ditentukan oleh banyaknya turnover, terutama pada detik-detik akhir pertandingan. Padahal, SM unggul jauh dalam rebound (39 berbanding 26). Itu termasuk capaian Rony Gunawan yang sudah dahsyat dengan double-double, 18 rebound plus 15 poin. ''Tetapi, kami memang kesulitan saat CLS melakukan zone defense,'' ucap Cokorda Raka S. Wibawa, head coach SM. (nur/c4/ham)
Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar


LEWAT MANA?: Aksi forward Aspac Jakarta Fandi Andika Ramadhani dalam game melawan Satya Wacana, Sabtu (23/11). (Foto: Farid Fandi/Jawa Pos)
nblindonesia.com - 24/11/2013
Tidak Ada Underdog
BIG match hari terakhir Seri I Speedy NBL Indonesia akan mempertemukan juara bertahan Aspac Jakarta melawan peringkat ketiga musim lalu Garuda Kukar Bandung. Kalau melihat performa terakhir mereka, peluang menang kedua tim sama besar. Tidak ada underdog pada laga itu.

Kemarin (23/11) Aspac dikejutkan penampilan impresif Satya Wacana Metro LBC Bandung. Lewat pertarungan keras, ketat, dan intens, Aspac selamat dan akhirnya menang 71-67 via overtime.

Tanpa adanya Xaverius Prawiro dan Andakara Prastawa Dhayksa (dipanggil tim nasional) juga most valuable player musim lalu Pringgo Regowo (cedera lutut), Aspac memang kehilangan mesin poin.

Tidak ada satu pun pemain Aspac sekarang yang menjadi tujuan mencetak angka utama. Melawan Satya Wacana kemarin, field goal Aspac sangat rendah, hanya 29 persen (23/78).

Jadi, wajar kalau Satya Wacana akhirnya bisa memaksakan overtime. Sebuah tembakan dua angka point guard rookie Satya Wacana Januar Kuntara 44 detik sebelum kuarter keempat berakhir membuat kedudukan imbang 60-60.

Aspac selamat karena tembakan Luthfianes Gunawan pada detik terakhir gagal menemui sasaran. Pada babak overtime, Aspac berhasil mengatasi Satya Wacana karena bensin lawannya itu memang sudah habis.

"Kami terlalu banyak melakukan turnover. Terburu-buru," keluh Rastafari Horongbala, head coach Aspac. "Saat kami unggul delapan poin, bisa kesusul. Saat menang lima poin, juga kesusul," lanjut Fari, sapaannya.

Melawan Garuda, Fari menegaskan bahwa pertandingan akan sangat berat. Garuda adalah tim muda yang memiliki barisan pemain berbakat. "Shooter mereka bagus. Garuda adalah tim yang cukup komplet. Saat sparing sebelum ke Malang, kami juga sama kuat. Skornya 72-72 waktu itu (tanpa overtime)," imbuh Fari.

A.F. Rinaldo, pelatih Garuda, mengatakan bahwa tidak adanya Xaverius dan Prastawa memang menjadi keuntungan bagi timnya. Namun, Aspac tetaplah Aspac.

Garuda tampil cukup baik sepanjang seri I. Setelah kalah melawan CLS Knights Surabaya pada laga pembuka, Garuda terus menang dalam empat pertandingan. "Saya berharap pemain muda kami mampu mengatasi tekanan dan tetap bermain tenang dalam situasi genting," ucap Rinaldo. (nur/c6/ham)
Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar


MAN OF STEAL: Point guard CLS Knight Surabaya Dimaz Muharri (kiri) dan Center Satria Muda BritAma Jakarta Rony Gunawan saat berlaga di GOR Bimasakti Malang, Sabtu (23/11). (Foto: Farid Fandi/Jawa Pos)
nblindonesia.com - 23/11/2013
[FLASH] CLS Knights Patahkan Ambisi SM BritAma
SATRIA Muda BritAma Jakarta gagal mewujudkan ambisi sapu bersih pada seri pembuka Speedy National Basketball League (NBL) Indonesia 2013-2014. Adalah CLS Knights Surabaya yang mematahkan ambisi tersebut. SM BritAma harus takluk 77-79 dari CLS Knights, dalam laga superketat yang berlangsung di GOR Bimasakti, Malang, Sabtu (23/11).
Disaksikan ribuan fans basket, kedua tim menyuguhkan duel sengit yang menghibur.  CLS Knights langsung tancap gas sejak tip-off. Tim polesan Kim Dong-won ini langsung leading hingga 10 poin, sebelum SM BritAma mampu mengejar lewat beberapa kali tembakan Amin Prihantono. Peran Amin di kuarter pertama, sangat vital dengan menyumbang 11 poin bagi SM BritAma.
Kejar-mengejar poin, sempat mewarnai laga di kuarter pertama. Sempat sama kuat 19-19, tembakan tiga angka Tony Agus setelah mendapat assist dari Mario “Roe” Wuysang di sisa 27 detik kuarter pertama menjadi pembeda skor kedua tim. CLS menutup kuarter pertama dengan keunggulan 22-19.
Memasuki kuarter kedua, suasana semakin tegang. Terbukti, ribuan penonton yang merasakan atmosfer pertandingan bahkan ikut larut dalam ketegangan. Tembakan dua poin Tony Agus setelah menerima assist dari Dimaz Muharri, membuka jalannya pertandingan kuarter kedua.
Tak hanya beradu kecepatan, kedua saling beradu akurasi. Field goal kedua tim pun terpaut tipis. Satria Muda memiliki field goal 41 persen, sedangkan CLS Knights 42 persen. Tak hanya unggul field goal, CLS juga memimpin perolehan poin diakhir kuarter kedua 42-36.
Adu tembakan tiga angka mengawali ketatnya kuarter ketiga. Tembakan tiga angka Andrie “Yayan” Ekayana, dibalas dengan sempurna oleh kapten SM BritAma Faisal Julius Achmad. Di kuarter ini, serangan yang dibangun kedua tim makin agresif. Dua tim ini juga memiliki kolektivitas permainan yang baik. Dengan skill individu tiap pemain yang mumpuni dipadu dengan teamwork yang solid, SM BritAma bisa memangkas selisih poin. Suasana venue begermuruh kala Arki Dikania Wisnu membalik keadaan menjadi 50-49.
Momentum yang didapat SM BritAma tersebut, mampu menekan permainan cepat CLS. Namun, CLS berhasil bangkit. Tertinggal 57-60, tembakan three point Wisnu Budhidarma menyamakan skor menjadi 60-60 pada sisa 2 menit kuarter ketiga. Wisnu pula yang membuat CLS kembali berbalik unggul 62-60 melalui akurasi dua free throw. CLS hanya unggul tipis 64-62 menutup kuarter ketiga.
Makin akhir, suasana pertandingan makin mendebarkan. SM BritAma berhasil mengejar, bahkan ganti memimpin dengan keunggulan 3 poin ketika kuarter empat tersisa 1 menit. Three point play kapten CLS Dwi Haryoko, berhasil menyamakan kedudukan menjadi 77-77.
Kapten tim CLS, Dimaz Muharri menjadi bintang kemenangan. Di sisa 15 detik, Dimaz berhasil melakukan steal bola penguasaan Erick Sebayang, lalu menyelesaikan dengan layup sempurna, mengubah skor menjadi 79-77 untuk keunggulan CLS. Skor ini bertahan hingga buzzer kuarter empat.
“Kunci penting permainan kami malam ini adalah konsistensi defense. Sejak awal, saya menginstruksikan pemain untuk selalu bertahan. Untuk menyerang, mereka harus fast break,” ungkap Andre Yuwadi, asisten pelatih CLS Knights Surabaya.
Empat pemain CLS membukukan double digit poin pada laga ini. Dipimpin oleh Wisnu Budhidarma yang menyumbang 16 poin, disusul oleh Tony Agus (15 poin), Andrie Ekayana dan  Sandy Febiansyakh masing-masing dengan tambahan 10 poin.
Dari SM BritAma, Amin Prihantono memimpin dengan donasi 21 poin. Disusul oleh Faisal J. Achmad (19 poin), Rony Gunawan (15 poin), dan Arki Dikania Wisnu (13 poin). Dengan tambahan 18 rebound, Rony Gunawan membukukan double-double ke-16 di pentas NBL Indonesia. (*)
Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar


KONSISTEN: Shooting guard Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta Ary Chandra (kanan) dijaga Made Indra Novrihadi dari Bimasakti Nikko Steel dalam laga di GOR Bimasakti, Sabtu (23/11) (Foto: Farid Fandi/Jawa Pos)
nblindonesia.com - 23/11/2013
[FLASH] Pelita Jaya Sapu Bersih Seri Malang
PELITA Jaya Energi Mega Persada Jakarta menutup laga terakhirnya di seri pembuka Speedy National Basketball League (NBL) Indonesia 2013-2014 dengan hasil memuaskan. Tim besutan Nathaniel Canson ini, berhasil menyapu lima laga dengan kemenangan. Termasuk saat bersua tuan rumah, Bimasakti Nikko Steel Malang di GOR Bimasakti, Sabtu (23/11). Pelita Jaya menyudahi laga ini 73-55.
Kemenangan Pelita Jaya atas Bimasakti, sudah terlihat dari awal kuarter. Baru lima menit kuarter pertama berjalan, Pelita Jaya sudah unggul 10 poin. Dominasi Pelita Jaya ini, menutup kuarter awal dengan 19-5. Pada kuarter ini pula, Ponsianus ’Koming’ Nyoman Indrawan mencetak poin keseribunya di NBL Indonesia.
Memasuki kuarter kedua, Pelita Jaya tampil makin agresif. Sebanyak 18 poin, dicetak oleh Koming dkk. Sementara, Bimasakti “hanya” membukukan 15 poin. Diakhir kuarter kedua, Pelita Jaya masih unggul dengan perolehan 36-20.
Konsistensi permainan apik Pelita Jaya, berlanjut di kuarter ketiga. Berkali-kali melakukan fast break, Pelita Jaya dengan mudah menambah pundi-pundi poin mereka. Sementara itu, Bimasakti pun tak ingin mengalah. Total 20 poin mereka bukukan sepanjang kuarter ketiga. Skor kuarter ini 58-40.
Di kuarter akhir, Pelita Jaya menurunkan tempo serangan. Namun, hal ini tak dapat dimanfaatkan maksimal oleh Bimasakti. Pelita Jaya pun mengakhiri laga ini dengan kemenangan sekaligus menutup seri Malang dengan hasil sempurna (5 kemenangan).
“Saya puas sekali target sapu bersih di seri Malang ini bisa terwujud. Tadi saya menginstruksikan para pemain untuk tampil all-out. Sebab, ini pertandingan mereka di seri I. Setelah ini, mereka akan saya beri istirahat selama seminggu ke depan. Setelah itu, kami akan mulai latihan untuk seri II di Jakarta. Saya yakin kami bisa sapu bersih game lagi di Jakarta,” ungkap Nathaniel Canson, pelatih Pelita Jaya Energi Mega Persada.
Empat pilar Pelita Jaya, berperan penting atas kemenangan ini karena masing-masing mencetak double digit point. Mereka adalah Ary Chandra (20 poin), Koming (11 poin), Dimas Aryo Dewanto (11 poin), dan Robert Santo Yunarto (10 poin). (*)
Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar


1.000 POIN: Power forward Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta Ponsianus "Koming" Indrawan melakukan rebound saat berlaga melawan Bimasakti Nikko Steel, Sabtu (23/11). (Foto: Farid Fandi/Jawa Pos)
nblindonesia.com - 23/11/2013
Koming Pemain ke-16 Gabung 1,000 Points Club
LAGA melawan Bimasakti Nikko Steel Malang,  Sabtu (23/11), menjadi  laga yang istimewa bagi wakil kapten Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta,  Ponsianus ’Koming’ Nyoman Indrawan. Di laga ini, Koming membukukan poin keseribu sepanjang kiprahnya di NBL Indonesia.
Hanya butuh tambahan 4 poin lagi untuk bergabung di klub elite 1,000 Points Club NBL Indonesia, Koming tak butuh waktu lama. Dia menggenapi poin keseribunya ketika kuarter pertama baru berjalan 1 menit. Setelah mencetak dua poin lewat aksi under basket, Koming mendapat dua free throw ketika kuarter pertama baru berjalan 1 menit. Koming mampu mengeksekusi sempurna dua kesempatan free throw tersebut.
Dengan raihan ini, Koming menjadi pemain ke-16 dalam daftar pencetak seribu poin di NBL Indonesia, dan sekaligus pemain keempat di Pelita Jaya yang tergabung dalam 1,000 Points Club. Menyusul ketiga rekannya yang sudah terlebih dahulu bergabung, yakni Ary Chandra, Andi ’Batam’ Poedjakesuma, dan Dimas Aryo Dewanto.
Saat mencetak poin keseribunya, Koming berusia 28 tahun lewat 102 hari. Yang lebih istimewa, momen itu dicatatkannya pada seri I yang berlangsung di GOR Bimasakti, Malang.
"Pencapaian ini diluar dugaan. Sebab, saya berhasil mencatatkan 1.000 poin di Malang. Saya dulu pernah membela Bimasakti dan bermain disini. Semoga ada pemain Pelita Jaya berikutnya yang cepat menembus seribu poin," ungkap power forward kelahiran Badung (Bali), 13 Agustus 1985 ini. (*)
Anggota 1,000 POINTS CLUB
Nama Pemain Klub Game Tanggal Usia 
1. Merio Ferdiansyah  Stadium  STD v ASP 13-10-2012 27 tahun 159 hari
2. Yanuar Dwi Priasmoro Bimasakti BSM v NSH 19-10-2012 23 tahun 282 hari
3. Faisal J. Achmad Satria Muda SMB v CLS 13-01-2013 31 tahun 31 hari
4. Bima Rizky Ardiansyah Bimasakti BSM v STD 14-01-2013 22 tahun 262 hari
5. Ary Chandra Pelita Jaya PJE v CLS 19-01-2013 28 tahun 70 hari
6. Xaverius Prawiro Aspac ASP v SMB 23-02-2013 26 tahun 55 hari
7. Respati Ragil Pamungkas Satya Wacana SWA v CLS 4-04-2013 22 tahun 1 hari
8. Andy Poedjakesuma Pelita Jaya PJE v PCF 21-04-2013 32 tahun 164 hari
9. Pringgo Regowo Aspac ASP v SWA 24-04-2013 25 tahun 298 hari
10. Gege Nagata Pacific PCF v BSM 28-04-2013 25 tahun 78 hari
11. Rachmad Febri Utomo CLS CLS v BSM 19-05-2013 28 tahun 100 hari
12. Dimas Aryo Dewanto Pelita Jaya PJE v STD 23-05-2013 27 tahun 21 hari
13. Oki Wira Sanjaya Aspac ASP v BSM 27-09-2013 23 tahun 315 hari
14. Tri Wilopo Hangtuah HTS v CLS 26-09-2013 27 tahun 96 hari
15. Sandy Febiansyakh CLS CLS v GRD 16-11-2013 27 tahun 273 hari
16. Ponsianus Indrawan Pelita Jaya BSM v PJE 23-11-2013 28 tahun 102 hari
Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar


TEMPEL KETAT: Shooting guard NSH GMC Jakarta R. Azzaryan Pradhitya (kiri) menjaga Merio Ferdiansyah dari Stadium Jakarta pada laga di GOR Bimasakti, Jumat (22/11). (Foto: Farid Fandi/Jawa Pos)
nblindonesia.com - 23/11/2013
NSH GMC Menyulitkan
KEJUTAN terjadi saat Stadium Jakarta menghadapi NSH GMC Jakarta dalam lanjutan Seri I Speedy NBL Indonesia 2013-2014 di GOR Bimasakti Malang kemarin (22/11). Lewat pertandingan sangat ketat, Stadium akhirnya selamat dari kekalahan, menang dengan skor sangat tipis 55-53.

Andaikata tembakan jump stop bintang Stadium Merio Ferdiansyah tidak menemui sasaran empat detik sebelum pertandingan berakhir, laga akan menuju overtime. ''Saya dijaga sangat ketat sekali. Untunglah, akhirnya tembakan saya masuk,'' ucap Merio yang menjadi top scorer Stadium dengan 13 poin.

Perjuangan NSH menang di luar dugaan. Sebelum pertandingan, Stadium diprediksi melumat NSH, juru kunci klasemen sementara. Namun, apa yang ditunjukkan NSH sangatlah luar biasa. Mereka terus menempel ketat Stadium hingga akhir pertandingan. NSH tidak menyerah meski sudah tertinggal empat poin, satu menit sebelum laga berakhir. (nur/c17/ang)
Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar


TANGGUH: Big man Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta Ponsianus Indrawan (kiri) melewati Schiffo Julian Liogu (Hangtuah Sumsel) saat bertanding di GOR Bimasakti, Jumat (22/11). (Foto:Farid Fandi/Jawa Pos)
nblindonesia.com - 23/11/2013
Pelita Jaya Menuju Sapu Bersih
PELITA Jaya Energi Mega Persada selangkah lagi akan menyapu bersih semua kemenangan di seri I Speedy NBL Indonesia 2013-2014. Semalam Ponsianus Nyoman Indrawan dkk mengatasi perlawanan tim kuda hitam Hangtuah Sumsel IM dengan skor 85-62 di GOR Bimasakti Malang.

PJ menyisakan satu laga lagi di seri I melawan Bimasakti Nikko Steel Malang hari ini (23/11). Di atas kertas, PJ akan mudah menundukkan Bimasakti yang memang kualitasnya menurun tajam pada musim ini.

Kemenangan PJ melawan Hangtuah sudah tercium pada awal pertandingan. Koming -panggilan Ponsianus Nyoman Indrawan-, kapten PJ, di laga kemarin menggila dengan donasi 12 angka pada kuarter pertama. PJ unggul 26-11.

Pada laga kemarin, Koming total mencatat 14 angka. Dengan tambahan itu, mantan power forward Bimasakti tersebut sudah membukukan 996 angka sepanjang karirnya di NBL Indonesia.

Itu berarti Koming membutuhkan tambahan empat angka lagi untuk bergabung dalam klub 1,000 poin di NBL Indonesia. Selain Koming, small forward PJ Hendru Ramli tampil luar biasa dengan double-double 15 poin dan 13 rebound. Shooting guard Dimas Aryo Dewanto juga subur dengan sumbangan 14 angka. ''Ah, hanya hoki saja,'' ucap Hendru yang mencatat double-double ketiganya secara beruntun di seri I tersebut.

Nathaniel Canson, head coach PJ, mengatakan bahwa dirinya mengenal betul karakter Hangtuah, tim yang dilatihnya dua musim lalu. ''Saya cukup hafal kebiasaan pemain Hangtuah. Apalagi, mereka tampil tidak dalam performa terbaik malam ini,'' ucap Coach Nath.

Coach Nath menambahkan bahwa sapu bersih memang menjadi tujuan dan target utama dari manajemen. Namun, PJ yang secara kualitas berada di atas Bimasakti tidak akan memandang remeh. Semua tim akan diperlakukan dengan sama seriusnya.

Kemenangan PJ kemarin membuktikan bahwa mereka tetap solid meski Andy Poedjakesuma harus absen karena cedera. Pemain yang akrab disapa Batam itu selama ini dikenal sebagai scorer utama PJ. Batam dengan jam terbangnya yang tinggi juga menjadi leader di tim. Ternyata, PJ tetap solid tanpa Batam.

Tidak hanya di musim reguler, konsistensi PJ itu sangat penting untuk championship series nanti. Sebab, saat itu risiko terjadinya cedera makin besar. (nur/c4/ang)
Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar


MENGGIGIT: Power forward Garuda Kukar Bandung Fadlan Minallah (kiri) dikawal Luke Martinus dari JNE BSC Bandung Utama dalam pertandingan di GOR Bimasakti, Jumat (22/11). (Foto: Farid Fandi/Jawa Pos)
nblindonesia.com - 23/11/2013
Garuda Menang Derby
JNE BSC Bandung Utama memang bukan lagi tim musim lalu, tim yang terpuruk di dasar klasemen Speedy NBL Indonesia 2012-2013. Menempuh merger, merombak manajemen, dan menambah pemain-pemain baru, Bandung Utama bisa menjadi calon kuat tim yang menembus championship series.

Bandung Utama bukanlah tim yang mudah dibabat seperti season lalu, saat masih bernama Tonga BSC Jakarta. Namun, Bandung Utama harus terus memperkuat kekompakan bermain dan mentalitas, terutama untuk menghadapi saat-saat krusial.

Hal tersebut tersaji saat Bandung Utama menjalani derby pertama melawan Garuda Kukar Bandung pada lanjutan seri I Malang kemarin (22/11). Memberikan perlawanan yang sangat ketat sejak awal, Bandung Utama anjlok pada lima menit akhir. Bandung Utama akhirnya kalah dengan skor 69-85.

"Kami out of control pada lima menit terakhir," keluh Bintoro, pelatih Bandung Utama. (nur/c11/ang)
Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar


BAWA PERUBAHAN: Mario Wuysang (kiri) akan menjadi leader CLS Knights Surabaya saat melawan Satria Muda Jakarta. Dengan kecepatannya, Vamiga Michel bisa menyusup ke pertahanan CLS. (Foto: Farid Fandi/Jawa Pos)
nblindonesia.com - 23/11/2013
Paksa Terus Berlari
CLS Knights Surabaya dan Satria Muda Britama Jakarta mengalami nasib serupa di Speedy NBL Indonesia 2013-2014. CLS maupun SM sama-sama mengganti pelatihnya. Itu berarti sistem, skema, dan pendekatan permainan dua tim mengalami pergeseran.

CLS kembali memakai jasa pelatih asing season ini dengan mengontrak arsitek asal Korea Selatan Kim Dong-won. Sementara itu, SM merekrut pelatih muda Cokorda Raka S. Wibawa.

Mr Kim -panggilan Kim Dong-won- menyuntikkan gaya permainan Korea. Dia mengandalkan permainan cepat, bertumpu kepada kemampuan mencetak angka barisan guard.

Pada awal musim reguler ini, CLS bersama Mr Kim cukup menjanjikan. Kedatangan Mario Wuysang membuat CLS seolah berubah menjadi tim yang tidak terkalahkan, membabat Garuda Kukar Bandung pada laga perdana dengan skor telak 82-61 (16/11).

Namun, ternyata CLS rapuh. Saat akurasi tembakan menurun, CLS menjadi tim biasa saja. Buktinya, CLS keok dua kali beruntun melawan Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta dan Hangtuah Sumsel IM.

''Kami memang masih belum kompak,'' ujar Mr Kim. ''Kami perlu banyak berlatih lagi. Apalagi, Mario Wuysang juga belum menyatu. Dia baru bergabung sebulan dengan tim ini,'' imbuh pelatih berusia 65 tahun itu.

Mr Kim menegaskan bahwa SM adalah tim yang sangat tangguh. Tim tersebut berisi pemain-pemain hebat. Kalau di lihat dari daftar pemain, SM mungkin adalah tim terkuat di Indonesia saat ini.

Absennya power forward Vinton Nolland Surawi yang diskors lima pertandingan karena menyikut Gian Gumilar (Satya Wacana Metro LBC Bandung) (19/11) tidak terlalu mereduksi kekuatan SM. Sebab, di sana masih ada Rony Gunawan, Agustinus Indrajaya, plus dua big man muda Kevin Yonas dan Riza Setyo.

Kalah di posisi big man, CLS seharusnya bermain dengan cepat dan terus bergerak (moving) untuk mengacaukan defense SM yang bertumpu kepada double center.

CLS merupakan tim terbaik di Indonesia dalam hal transisi antara defense ke offense. Fast break (atau second break) menjadi andalan CLS untuk membunuh lawan-lawannya. Itu yang harus dimanfaatkan.

Satu lagi, akurasi tembakan CLS haruslah tinggi. Jika persentase shooting buruk dan field goal rendah, CLS hampir bisa dipastikan kalah. Jika CLS bermain lambat, besar kemungkinan mereka juga akan disikat SM.

Karena kalah secara materi pemain, Mr Kim tidak mau ambil risiko dengan bermain zone defense. Sebab, jika sistem itu menjadi pilihan, big man SM akan merajalela. Man-to-man marking menjadi pilihan agar skema jaga-bantu (help-recovery) tim terjaga. ''Tidak perlu luar biasa. Kalau main normal saja, kami bisa menang,'' ucap Andrie Ekayana, guard flamboyan CLS.

Sementara itu, di bawah kendali Cokorda Raka ''Wiwin'' S. Wibawa, SM lamat-lamat sudah menemukan kekompakan. Sebagai pelatih yang dulu berposisi sebagai center, mindset permainan SM di bawah Wiwin adalah set-play, lambat, namun efisien dalam mencetak angka.

''Small man CLS sangat bagus. Saya kira mereka yang lebih diandalkan. Absennya Vinton tentu berpengaruh dalam defense dan scoring. Dia adalah pemain inti kami,'' tandas Wiwin.

Pada akhirnya, pemenang laga ini adalah tim yang bisa membuat lawan mengikuti cara main mereka. Jika CLS memaksa SM bermain cepat, CLS bakal menang. (nur/c4/ang)

Small Man versus Big Man

Duel CLS Knights Surabaya melawan Satria Muda Britama Jakarta malam nanti adalah pertemuan dua tim dengan kekuatan kontras. CLS sangat mengandalkan small man, sedangkan SM kuat di big man. Dengan perbedaan tersebut, laga bisa berlangsung sangat seru. Berikut duel kunci kedua tim:

Andrie Ekayana (CLS) v Amin Prihantono (SM)

Keduanya memiliki kemampuan shooting yang sangat bagus. Namun, Yayan -panggilan Andrie Ekayana- lebih cepat, lincah, dan punya kelenturan tubuh lebih baik. Namun, jika Amin dilepas dalam kondisi ruang tembak yang kosong, kiamat untuk CLS.

Dwi Haryoko v Rony Gunawan

Tipikal kedua pemain ini nyaris sama. Dwi dan Rony memiliki kemampuan yang komplet sebagai center. Permainan bawah ring oke, tembakan mendium juga baik. Namun, Rony lebih taktis, akurat, dan efektif. Sedangkan Dwi unggul dalam kecepatan.

Mario Wuysang v Vamiga Michel

Duel dua pemain beda generasi. Vamiga adalah representasi permainan lambat SM. Gerakan Vamiga juga sering tidak efektif. Kelebihan Vamiga adalah rentang tangan yang panjang, berguna dalam steal dan defense. Sementara itu, Mario Wuysang bisa membawa perubahan. Visi permainannya masih luar biasa. Tembakan Wuysang juga tetap bagus.

Story Provided by Jawa Pos
Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar


TAK TERBENDUNG: Shooting guard Pacific Caesar Surabaya Gege Nagata (kiri) dihadang Herman Kurniawan (NSH GMC Jakarta) saat bertanding di GOR Bimasakti, Sabtu (23/11). (Foto: Farid Fandi/Jawa Pos)
nblindonesia.com - 23/11/2013
[FLASH] Pacific Kandaskan NSH GMC
BELENGGU ’juru kunci’ belum mampu ditanggalkan NSH GMC Jakarta. Menyusul lima kekalahan  beruntun yang harus mereka derita sepanjang seri pembuka musim reguler Speedy National Basketball League (NBL) Indonesia 2013-2014 di GOR Bimasakti Malang. Termasuk saat melakoni laga terakhir melawan Pacific Caesar Surabaya, Sabtu (23/11). NSH GMC harus menyerah 63-89.
Pada awal kuarter pertama, NSH GMC tampil menjanjikan. Herman Kurniawan dan sang kapten Juliano Gandhi menjadi poin utama NSH GMC. Di sisi lain, Pacific juga tak mau kalah. Duet Airlangga Sabara dan Hery Listyono membuat permainan Pacific lebih perkasa. Kuarter pertama, berakhir 22-11 atas keunggulan Pacific.
Serangan NSH GMC di kuarter kedua yang tak kunjung membaik membuat Pacific dengan mudah menambah poin. Saat kuarter ini, giliran Eko Sasmito yang tampil garang. Sepanjang kuarter kedua, Eko mengemas 7 poin bagi Pacific. Keunggulan Pacific pun semakin jauh, yakni 45-24 saat akhir kuarter kedua.
Selepas half time, NSH GMC kian terpuruk. Stamina yang terus menurun, membuat mereka tak dapat meredam gempuran pemain Pacific. Hasilnya, Pacific memimpin kian jauh, 65-38.
Serangan Pacific justru makin tajam di kuarter akhir. Transisi yang baik membuat Pacific makin percaya diri menyerang NSH. Laga ini pun berakhir dengan kemenangan Pacific.
Ditemui usai pertandingan, Eddy Santoso pelatih Pacific Surabaya mengungkapkan ia puas dengan kinerja timnya di pertandingan ini. “Para pemain tampil disiplin dan konsisten di pertandingan ini. Saya harap mereka bisa terus menjaga momentum positif ini saat pertandingan melawan Satria Muda besok (Minggu, 24/11),” ungkap pelatih yang akrab disapa Hok Sui ini.
Empat pemain Pacific tampil gemilang di laga ini dengan membukukan double digit point. Mereka adalah Gege Nagata (18 poin), Eko Sasmito (15 poin), Airlangga Sabara (12 poin), dan Hery Listyono (10 poin). Sementara, dari kubu NSH GMC, Juliano Gandhi tampil sebagai pendulang angka tertinggi dengan membukukan 21 poin. (*)
Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar


PATUT DIWASPADAI: Shooting Guard Satya Wacana Metro LBC Bandung Yo Sua (kiri) dibawah penjagaan Fandi Andika Ramadhani dari Aspac Jakarta dalam laga di GOR Bimasakti Malang, Sabtu (23/11). (Foto: Farid Fandi/Jawa Pos)
nblindonesia.com - 23/11/2013
[FLASH] Satya Wacana Paksakan Overtime
SELURUH kontestan Speedy NBL Indonesia musim ini, harus lebih mewaspadai sepak terjang tim kuda hitam Satya Wacana Metro LBC Bandung.  Beberapa hari lalu, Satya Wacana hampir mengalahkan Satria Muda BritAma Jakarta. Ancaman serupa kembali mereka tunjukkan saat berhadapan dengan juara bertahan, Aspac Jakarta, dalam lanjutan Seri I Malang di GOR Bimasakti, Sabtu (23/11). Satya Wacana akhirnya menyerah 67-71.  Namun, mereka berhasil memaksa juara bertahan bermain hingga overtime (babak tambahan).
Kurang dari 10 detik kuarter pertama dimulai, Aspac sudah menggebrak. Lewat tembakan tiga angka Oki Wira Sanjaya, Aspac mencuri tiga angka lebih dulu game ini. Baik Satya Wacana dan Aspac, banyak mengandalkan tembakan medium sepanjang kuarter satu. Namun, akurasi Aspac yang lebih bagus membuat sang juara bertahan memimpin 21-14 di awal kuarter pertama.
Satya Wacana bangkit dan mampu membuat suasana kuarter kedua menjadi sedikit lebih tegang. Tertinggal 19-21, tembakan tiga angka Yo Sua membalikkan keadaan 22-21. Meski demikian, Aspac masih bisa bermain agresif dan menguasai kuarter kedua 31-23.
Permainan di kuarter ketiga, berjalan makin sengit. Tertinggal 30-33, Satya Wacana kembali bisa menyamakan skor dari three point play Yoppi France Giay. Power forward asal Papua ini kembali menambah poin Satya Wacana dari layup setelah melakukan fast break. Lima poin beruntun Yoppi membuat Satya Wacana berbalik unggul 35-33 di pertengahan kuarter ketiga.
Aspac mengalami masalah setelah center andalannya, M Isman Thoyib terkena foul out, menyusul dua foul beruntun yang dilakukannya di penghujung kuarter ketiga. Bermain dengan sisa 9 pemain, Aspac masih bisa memimpin persaingan dan menutup kuarter ketiga 47-45.
Menginjak kuarter terakhir, kedua tim bermain makin fight. Pendukung Aspac pun dibuat deg-degan karena Satya Wacana tampil begitu mengejutkan. Kejar-mengejar poin antara kedua tim pun tak terelakkan. Klimaksnya, di sisa 44 detik kuarter empat, tembakan Januar Kuntara berhasil menyamakan poin. Skor 60-60 terus bertahan hingga akhir buzzer kuarter empat. Laga pun berlanjut di babak overtime.
Saat overtime, ketegangan permainan terus berlanjut. Di sisa satu menit terakhir, Aspac masih memimpin meski hanya 2 poin dengan perolehan 69-67. Sisa 12 detik, Rizky Efendy menambah keunggulan Aspac jadi 71-67. Skor ini pun berakhir hingga akhir dan Aspac pun memupus harapan Satya Wacana.
“Harus saya akui, Satya Wacana bermain bagus hari ini. Kami bahkan dibuat kesulitan di kuarter empat. Namun, permainan tim yang disiplin membuat kami mampu memenangi laga ini,” ujar Antonius Joko Endratmo, asisten pelatih Aspac Jakarta.
Dalam laga ini, Yo Sua tampil begitu memukau. Meski timnya kalah, Yo Sua mencetak poin terbanyak bagi Satya Wacana dengan membukukan 16 poin. Ia pun mendapat kejutan diakhir laga yaitu berupa kue ulang tahun karena hari ini tepat Yo Sua berusia 22 tahun.
Menanggapi kekalahan timnya, Efri Meldi mengakui cederanya beberapa pemain sangat mempengaruhi performa timnya. “Sebenarnya, saya ingin mengistirahatkan Rionny Rahangmetan, Guan Gumilar, dan Yoppi France. Tapi, mereka memaksakan diri untuk main. Saya pun mencoba memberi kesempatan bagi mereka,” pungkasnya. (*)
Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar
DOMINAN: Power forward Satria Muda BritAma Jakarta Agustinus Indrajaya (kiri) dihadang Restu Dwi Purnomo dari Bimasakti Nikko Steel Malang dalam pertandingan di GOR Bimasakti Malang, Kamis (21/11). (Foto: Farid Fandi/Jawa Pos)
nblindonesia.com - 21/11/2013
[FLASH] SM BritAma Jaga Rekor Sempurna
SATRIA Muda BritAma masih mempertahankan rekor sempurna mereka di musim regular Speedy NBL Indonesia 2013-2014. Belum ada satu tim pun yang mampu membendung tim polesan Cokorda Raka Satrya Wibawa ini sepanjang Seri I Malang. Bahkan, tuan rumah Bimasakti pun harus takluk. Bertanding di GOR Bimasakti Malang, SM BritAma  menundukkan tuan rumah 85-44, Kamis (21/11).
Sesaat setelah tip-off, Bimasakti tampil cukup impresif. Yanuar Dwi dan Bima Rizky selalu mampu menahan gempuran pemain Satria Muda. Sebanyak 17 poin diraih SM BritAma, sementar Bimasakti hanya mencetak 14 poin di kuarter pembuka ini.
Walau kehilangan Vinton Nolland Surawi yang sedang menjalani skorsing, SM BritAma  tetap mampu bertahan unggul di kuarter kedua. Kapten Faisal Julius Achmad beberapa kali selalu mampu memaksimalkan peluang. Field goal Satria Muda juga cukup baik di kuarter kedua, yakni 53 persen. Pertandingan di kuarter kedua, ditutup 48-17.
Dominasi SM BritAma tetap terjaga pada kuarter ketiga. Transisi defense dan offense yang baik, serta didukung kecepatan pemainnya saat fast break, SM BritAma tetap perkasa diakhir kuerter ketiga dengan 67-33.
Di kuarter empat, Bimasakti masih menjadi bulan-bulanan SM BritAma. Rotasi pemain yang dilakukan Cokorda Raka “Wiwin” Satrya Wibawa, head coach Satria Muda, banyak memberi kesempatan pemain muda untuk unjuk aksi. Bermain dengan empat pemain muda di kuarter akhir, SM BritAma menutup laga dengan kemenangan jauh.
“Tanpa kehadiran Vinton memang sedikit berpengaruh pada tim ini. Tapi, sebisa mungkin saya memaksimal semua pemain. Kunci kemenangan kami di pertandingan ini ialah defense yang disiplin,” ungkap Wiwin.
Sebanyak tujuh pemain, mencatatkan double digit poin di game ini. Empat pemain dari SM BritAma dan tiga dari Bimasakti. Keempat pemain SM BritAma tersebut ialah Agustinus Indrajaya (16 poin), Kevin Yonas (11 poin), serta Erick Sebayang dan rookie Riza Setyo Raharjo yang sama-sama mencetak 10 poin.
Dari kubu Bimasakti, Yanuar Dwi Priasmoro, Bima Rizky, dan Freddy juga saling memperoleh 10 poin bagi timnya. (*)
Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar


KURUS: Forward Garuda Kukar Bandung Muhammad Rizal Falconi (kanan) hendak melepaskan tembakan melewati Hery Listyono dan Airlangga Sabara (Pacific Caesar Surabaya), Kamis (21/11). (Foto: Farid Fandi/Jawa Pos)
nblindonesia.com - 22/11/2013
Misi Paling Dekat; Penggemukan Badan
M. Rizal Falconi, Power Forward Masa Depan Garuda Bandung
Di antara 30 rookie di Speedy NBL Indonesia 2013-2014, Muhammad Rizal Falconi menjadi salah satu yang paling bersinar. Jika badannya lebih berbobot, dia diyakini bisa lebih hebat.

Ainur Rohman, Malang

---

DI DEPAN ruang ganti pemain GOR Bimasakti Malang, Manajer Garuda Kukar Bandung Gagan Rachmat menggoda Muhammad Rizal Falconi. ''Lu harus gue kasih lebih banyak susu lagi nih,'' kata Gagan, lantas tersenyum setelah timnya menang 70-51 atas Pacific Caesar Surabaya kemarin (21/11).

Rizal hanya tertawa kecil mendengar guyon Gagan. Namun, dia sadar bahwa misi pertama dan utamanya saat ini adalah penggemukan badan. Berat badan Rizal saat ini 70 kilogram. Tidak ideal dengan tingginya yang mencapai 195 cm. ''Seharusnya (berat Rizal) di atas 80 kilogram ya,'' ucap A.F. Rinaldo, head coach Garuda, menimpali.

Jika berat badan Rizal ideal, performanya akan semakin bagus. Sebagai seorang forward, rookie Garuda itu akan memiliki power dan kemampuan lebih untuk beradu badan dengan pemain yang lain.

Hingga kini, Rizal sudah memiliki banyak kelebihan. Lincah, cepat, postur menjulang, dan rentang tangan panjang. Kelebihan-kelebihan itu berhasil dimaksimalkan saat Garuda mengalahkan Pacific kemarin. Dia bagus dalam defense maupun offense.

Berangkat dari bangku cadangan, Rizal mencatat double-double, 10 poin dan 13 rebound. Padahal, pemain kelahiran Sanggau, Kalimantan Barat, tersebut turun tidak sampai 23 menit.

Catatan itu membuat Rizal menjadi rookie dengan rata-rata rebound terbanyak pada awal musim reguler ini dengan enam rebound per pertandingan. Rizal juga cukup produktif dengan 10 poin per laga. Dalam hal produktivitas poin, dia nomor dua setelah rookie Pacific Dicky Satria Wibisono.

''Rebound Rizal... buset deh. Dia melanglang buana ke mana-mana. Dia mulai step-up dan bermain cukup efektif. Saya senang sekali,'' ucap Inal -panggilan A.F. Rinaldo.

Rizal berada di Garuda sejak Juli 2011. Dia ditarik oleh pelatih Garuda saat itu, Wam Amran. Amran bertemu dengan Rizal saat dia membantu melatih tim prakualifikasi PON 2012 Kalimantan Barat.

''Wah, rasanya kayak mimpi. Ini serius, saya mau ke Garuda,'' kenang Rizal. Matanya berbinar. ''Sejak preseason 2011, saya sebetulnya sudah main. Namun, baru musim ini didaftarkan pada musim reguler,'' paparnya.

Rizal menuturkan, karena persaingan di NBL Indonesia sangat ketat, dirinya harus lebih hustle. Penggemukan menjadi misi terpenting. Setiap hari pemain 20 tahun itu menjalani fitness minimal dua jam. Di sela aktivitasnya, termasuk kuliah, Rizal fitness sendiri di luar jadwal latihan resmi tim. ''Saya juga mengonsumsi suplemen. Makan juga dibanyakin,'' ujar mahasiswa Perbanas Institute Jakarta itu.

Rizal gembira karena Inal memberikan kepercayaan besar kepadanya. Dia juga merasa bahwa chemistry-nya sudah sangat menyatu dengan Garuda. ''Tim ini seperti keluarga. Makan bareng-bareng, tidur bareng-bareng, tapi mandinya nggak bareng-bareng kok,'' candanya.

Rizal sendiri saat sekolah di SMAN 7 Pontianak terpilih masuk DBL All-Star 2010 yang pergi dan belajar ke Seattle, Amerika Serikat. Rookie Garuda lainnya, Fredy, juga terpilih dalam tim tersebut.

Pemain DBL All-Star 2010 lain yang berkiprah di NBL Indonesia adalah Handri Satrya Santosa dan Rizky Lyandra (Aspac Jakarta). Ada pula Gunawan dan Kevin Yonas Sitorus (Satria Muda Britama Jakarta).

''Saat ikut DBL itu, latihannya maniak sekali. Kadang sampai hampir tengah malam,'' kisahnya. Rizal ingin mempertahankan passion besar waktu SMA itu untuk bersaing dengan para forward terbaik di NBL Indonesia. (*/c4/ang)
Story Provided by Jawa Pos
Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar


TOP SCORER: Shooting guard Garuda Kukar Bandung Chandistira Pranatyo (kiri) saat bertanding melawan Pacific Caesar di GOR Bimasakti, Kamis (21/11). (Foto: Farid Fandi/Jawa Pos)
nblindonesia.com - 22/11/2013
Duel Panas Tim Sekota
GARUDA Kukar Bandung memang melakukan start buruk pada Seri I Speedy NBL Indonesia 2013-2014. Pada laga perdana Garuda dibabat CLS Knights Surabaya dengan margin 21 poin (61-82).

Namun, pasca kekalahan itu, Garuda terbang tinggi. Wendha Wijaya dkk memenangi tiga pertandingan beruntun. Yakni, melawan Satya Wacana Metro LBC Bandung, Bimasakti Nikko Steel Malang, dan Pacific Caesar Surabaya.

Kemarin (21/11) Garuda tampil luar biasa baik, mengempaskan Pacific dengan skor 70-51. Dalam laga itu Chadistira Pranatyo menjadi top scorer dengan 16 poin. Rookie Muhammad Rizal Falconi membukukan double-double 10 poin dan 13 rebound.

Laga itu juga menandai kembalinya Fadlan Minallah. Power forward kelahiran Lombok tersebut mulai sembuh dari cedera achilles tendon yang memaksanya absen dalam empat pertandingan awal seri I. Fadlan tampil lebih dari 12 menit dan mencetak empat angka.

A.F. Rinaldo, pelatih Garuda, mengatakan, pertandingan melawan JNE BSC Bandung Utama akan menjadi laga yang ketat. Inal -panggilannya- tidak akan menganggap Bandung Utama sebelah mata.

Sejak merger dan pindah homebase di Bandung, penampilan tim juru kunci musim lalu itu sudah berubah. Masuknya empat eks pemain Garuda -Hendrik Agustinus, Surliyadin, Luke Martinus, dan Fendi Yudha- membuat Bandung Utama sangat solid.

Ini belum lagi dengan kehadiran legenda Garuda yang comeback Andre Tiara dan juga eks power forward Aspac Jakarta Khalif Akbar dan mantan point guard Hangtuah Sumsel IM Jekky Sagala.

"Bandung Utama adalah tim yang sangat improve. Pemain mereka sangat komplet. Saya jelas memandang tim ini dengan mindset yang sama dengan tim lain. Kami memang peringkat tiga musim lalu, sedangkan mereka juru kunci. Namun, semuanya sudah berubah,'' papar Inal. (nur/c2/ang)
Story Provided by Jawa Pos
Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar

MINGGIR KAU!: Point guard Aspac Jakarta Mario Gerungan berusaha melewati Bayu Anggara (Hangtuah Sumsel IM), Kamis (21/11). (Foto: Farid Fandi/Jawa Pos)
nblindonesia.com - 22/11/2013
Aspac Bendung Kejutan Hangtuah
Menang 57-50 meski Tertinggal Enam Poin saat Tersisa Tiga Menit
JUARA bertahan Aspac Jakarta sejatinya dalam posisi cukup kritis. Saat pertandingan menyisakan tiga menit, Aspac tertinggal enam angka oleh Hangtuah Sumsel IM dalam lanjutan Speedy NBL Indonesia seri I di GOR Bimasakti Malang kemarin (25/11).

Meski dalam kondisi terjepit, Aspac tetap tenang. Sebuah tembakan tiga angka shooting guard Oki Wira Sanjaya membuat Aspac menipiskan ketertinggalan menjadi tiga poin saja (47-50).

Tembakan Oki tersebut menjadi momentum kebangkitan Aspac. Setelah itu, Aspac menambah sepuluh poin. Sedangkan Hangtuah scoreless. Skor akhir pun menjadi 57-50 untuk kemenangan Aspac.

Pelatih Aspac Rastafari Horongbala mengatakan, salah satu kunci kemenangan timnya adalah perubahan pola defense dari man-to-man menjadi zone defense pada akhir kuarter keempat. Selain itu, ketangguhan mental Aspac membuat mereka tidak menyerah.

Coach Fari menilai, Hangtuah sangat kuat dalam rebound dalam pertandingan kemarin. Total, Hangtuah melakukan 46 rebound. Bandingkan dengan Aspac yang hanya membikin 35 rebound.

Zone defense adalah jawaban untuk membuat Hangtuah tidak lagi merajalela di paint area. ''Untunglah, Oki bisa menembak tiga angka. Jadi kita nguber-nya bisa enak karena angkanya, nggak kejauhan,'' ucap Coach Fari.

Dia menambahkan, Hangtuah adalah tim yang bagus. Berada di bawah kendali Wan Amran, Hangtuah akan pelan-pelan menjadi tim yang berbahaya. Kemenangan Hangtuah atas CLS Knights Surabaya (19/11) menjadi salah satu buktinya.

''Permainan mereka di uji coba sangat bagus. Bisa mengalahkan PJ (Pelita Jaya Energi-MP Jakarta) dengan 30 poin. Kami juga pernah kalah 12 poin melawan mereka. Kalau konsisten, Hangtuah ini berbahaya,'' tegas Coach Fari.

Oki Wira dan Handri Satrya Santosa menjadi top scorer Aspac, masing-masing membukukan sepuluh poin. Handri hampir saja mencatatkan double-double dengan tambahan sembilan rebound. Small forward Fandi Andika Ramadhani juga tampil bagus dengan donasi tujuh assist.

Dalam laga kemarin, Hangtuah dipimpin asisten pelatih Koko Heru S. Nugroho. Sebab, Wan Amran sudah berangkat ke Colombo, Sri Lanka mendampingi tim nasional putri U-16 yang mengikuti ajang FIBA Asia 2013.

Koko menuturkan bahwa sejatinya timnya sudah bermain baik. Namun, memang mentalitas juara Aspac memegang peran penting saat mengalahkan timnya. ''(Soal mental) memang jauh ya. Bisa tidaknya pemain keluar dari tekanan itu tidak bisa diajarkan dalam latihan,'' ucap Koko.

Asisten pelatih PJ musim lalu tersebut menambahkan bahwa menjelang pertandingan berakhir, pemainnya memang banyak melakukan kesalahan mendasar. Padahal, saat itu timnya unggul cukup nyaman. ''Kami kalah pengalaman saat menghadapi situasi seperti itu. Pemain susah sekali keluar dari tekanan,'' tandasnya.

Kapten Hangtuah Ary Sapto tampil baik dengan membukukan 15 poin. Namun, itu tidak cukup untuk mengantarkan kemenangan timnya. Sebab, tidak ada pemain Hangtuah lain yang mencetak poin double digit.

Dalam pertandingan lain, CLS Knights Surabaya bangkit setelah dikalahkan Hangtuah. Semalam CLS membekap Satya Wacana Metro LBC Bandung dengan skor telak 81-55. Shooting guard Andrie Ekayana tampil lengkap dengan 20 poin, 8 rebound, 6 assist, 1 steal, dan 1 block.

Kemenangan itu menjadi modal sangat berharga bagi CLS untuk menghadapi laga kelas berat melawan Satria Muda Britama Jakarta besok (23/11). (nur/c4/ang)

Dalam Angka

9,50 Forward Hangtuah Sumsel IM I Gusti Ngurah Teguh mencatatkan rata-rata 9,50 rebound per game selama di seri I NBL Indonesia musim ini. Teguh berada di tempat ketiga peraih rata-rata rebound terbanyak setelah duo Pelita Jaya Ponsianus Nyoman Indrawan dan Hendru Ramli.

18 - Kapten Aspac Mario Gerungan mencetak 18 assist di seri I. Gerungan berada di posisi ketiga pengumpul assist terbanyak setelah Dimaz Muharri (CLS) dan Jekky Sagala (Bandung Utama).

41 Tidak ada pencetak poin yang sangat dominan di Aspac Jakarta di seri I. Tertinggi adalah forward Fandi Andika Ramadhani yang mencetak 41 poin dalam empat game. Itu berarti Rama membukukan rata-rata 10,25 poin per game.

50% Kapten Hangtuah Ary Sapto membukukan rata-rata field goal 50,00 persen. Jumlah itu adalah yang tertinggi di timnya. Menjadi nomor lima di NBL Indonesia. (nur/c4/ang)
Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar


MESIN POIN: Power forward Garuda Kukar Bandung Fadlan Minallah (kanan) dihadang Luke Martinus dari JNE BSC Bandung Utama dalam pertandingan di GOR Bimasakti, Jumat (22/11). (Foto:Farid Fandi/Jawa Pos)
nblindonesia.com - 22/11/2013
[FLASH] Derby Bandung Jilid Satu Milik Garuda
GARUDA Kukar Bandung berhasil membuktikan bahwa saat ini mereka-lah tim Bandung terbaik di musim reguler Speedy NBL Indonesia 2013-2014. Garuda menegaskan itu, dengan memenangi derby Bandung jilid satu lawan JNE BSC Bandung Utama, 85-69, dalam lanjutan Seri I di GOR Bimasakti Malang, Jumat (22/11).
Atmosfer partai derby langsung terasa sejak tip-off dimulai.  BSC Bandung Utama tancap gas terlebih dahulu, dengan serangan rapi nan cepat. Kuarter ini serasa milik BSC Bandung Utama, apalagi setelah shooting guard Surliyadin berhasil ’meneror’ pertahanan Garuda dengan aksi slam dunk menawannya. BSC Bandung Utama menutup kuarter ini dengan keunggulan tipis 27-26.
BSC Bandung Utama bermain lebih ofensif di kuarter kedua. Di saat bertahan, mereka mempersempit ruang gerak pemain Garuda melalui strategi man-to-man marking, Hasilnya, Surliyadin dkk berhasil memperlebar margin keunggulan menjadi 41-36.
Di kuarter ketiga, permainan BSC Bandung Utama jauh lebih tenang. Mereka mampu bermain efektif saat bertahan maupun menyerang. Namun Garuda mulai menemukan cara untuk melawan. Garuda hampir saja memimpin laga kuarter ketiga saat slam dunk Rizal Falconi membalik keadaan menjadi 56-55. Namun, tembakan three point Haritsa Herlusdityo saat buzzer mengubah papan skor menjadi 58-56. BSC Bandung Utama pun masih perkasa hingga akhir kuarter ketiga.
Garuda mulai menemukan momentum untuk bangkit pada kuarter terakhir. Tim polesan AF Rinaldo ini sempat leading enam poin, 66-60. Tapi, lima poin beruntun Haritsa dari tembakan tiga angka dan dua poin, memangkas skor jadi 66-65 di medio kuarter akhir. Berkat mental pemain yang apik, perlahan Garuda mulai menguasai jalannya pertandingan.
Kesalahan para pemain BSC Bandung Utama di daerah pertahanan, membuat Garuda dengan mudah menambah pundi-pundi poin. Hasilnya, laga ini pun berakhir dengan kemenangan Garuda Kukar Bandung.
”Seperti yang saya prediksi, pertandingan lawan BSC Bandung Utama tidak akan mudah. Mereka punya materi pemain yang komplet. Saya sempat mencoba mix beberapa strategi untuk meredam mereka. Hingga akhirnya kami bisa dapat celah pada kuarter empat. Mereka lengah di bagian defense,” ujar Inal (sapaan akrab AF Rinaldo).
Pemain berstatus rookie (debutan), Muhammad Rizal Falconi, menjadi bintang kemenangan Garuda pada derby Bandung ini. Power forward yang pernah terpilih masuk DBL All-Star 2010 ini sukses membukukan double-double lewat kontribusi 13 poin dan 10 rebound. Ini adalah double-double keduanya di NBL Indonesia.
Tak hanya Falconi, kemenangan ini juga tercipta berkat kontribusi empat pemain lain yang sukses menyumbang double digit poin. Yakni, Fadlan Minallah dengan 20 poin, Wendha Wijaya (16 poin), Chadistira Pranatyo (16 poin), dan Diftha Pratama (15 poin).
Sementara dari kubu BSC Bandung Utama, Surliyadin tampil sebagai pendulang angka terbanyak dengan donasi 19 poin. Disusul oleh Haritsa Herlusdityo dengan sumbangan 15 poin, dan Khalif Akbar (12 poin). (*)
Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar


TOP PERFORMER: Power forward NSH GMC Jakarta Juliano Gandhi Sucipto (kiri) menghadang Merio Ferdiansyah dari Stadium Jakarta pada pertandingan di GOR Bimasakti Malang, Jumat (22/11). (Foto: Farid Fandi/Jawa Pos)
nblindonesia.com - 22/11/2013
[FLASH] NSH GMC Kian Menyulitkan
NSH GMC Jakarta memang belum mampu beranjak dari zona papan bawah Speedy NBL Indonesia 2013-2014 Seri I Malang. Namun, tim polesan Mayckel Ferdinandus  ini tak boleh dipandang remeh. Mereka memiliki potensi menyulitkan siapapun. Tak terkecuali Stadium Jakarta yang dihadapi di GOR Bimasakti, Malang, Jumat (22/11). NSH GMC akhirnya ’hanya’ kalah tipis 53-55.
Meski kalah, permainan NSH GMC patut diapresiasi. Apalagi, mereka mampu tampil all-out sejak kuarter pertama hingga buzzer berbunyi. NSH GMC berhasil menempel ketat perolehan angka hingga detik-detik akhir. Bahkan, Juniano Gandhi dkk nyaris memaksa dimainkannya babak tambahan (overtime).
Saling susul-menyusul angka mengiringi laga ini. NSH GMC langsung menggebrak. Bahkan, mereka sempat memimpin 5-0, melalui tembakan Herman Kurniawan dan three point play Juliano Gandhi. Namun, permainan apik ini tak bertahan lama. Perlahan Stadium segera mengejar dan memimpin laga kuarter pertama 18-14.
Memasuki kurter kedua, permainan NSH GMC lebih stabil. Junilano Gandhi dkk bisa membayangi Stadium selama kuarter ini. Akurasi Herman dan Juliano lagi-lagi mampu membantu NSH GMC dalam menambah pundi poin tim mereka. NSH GMC masih tampil kompetitif sepanjang kuarter kedua, dan hanya tertinggal satu setengah bola 36-33 diakhir kuarter ini.
Usai half-time, intensitas serangan NSH tak menurun. Namun, Stadium pun juga menunjukkan perlawanan sengit. Tembakan three point Merio Ferdiansyah di sisa 30 detik kuarter ketiga, masih belum mampu menyamakan kedudukan. NSH berbalik unggul 45-44 di akhir kuarter ketiga.
Pada kuarter akhir, persaingan kedua tim kian sengit. Pada 19 detik terakhir, NSH GMC membuat suasana menjadi tegang. Tertinggal 51-53, Raylly Pratama berhasil menyamakan kedudukan melalui dua kali akurasi free throw. Namun, petaka NSH GMC terjadi ketika laga terisa 8 detik. Drive Merio Ferdiansyah yang dilanjutkan dengan tembakan di paint area, tak kuasa ditahan pemain NSH GMC. Stadium pun menutup pertandingan sengit ini dengan kemenangan hanya satu bola.
Head coach Stadium, Tri Adnyanaadi Lokatanaya, memberi apresiasi atas perlawanan NSH GMC. ”Mereka (NSH GMC) mengalami improve luar biasa. Inilah yang harus kami waspadai. Semua tim sekarang bisa saling mengalahkan satu sama lain,” ungkap mantan pelatih NSH GMC ini.
Meski kalah, Juliano Gandhi tampil sebagai top performer dalam laga seru ini. Power forward asal Jakarta ini mencetak double-double lewat kontribusi 15 poin dan 15 rebound. Ini adalah rekor double-double ke-8 sepanjang karirnya di NBL Indonesia. Selain Juliano, performa Herman Kurniawan pun patut dipuji karena mampu mengkoleksi double digit poin dengan mengemas 13 poin. Sedangkan dari Stadium, Merio Ferdiansyah memimpin dengan donasi 13 angka. (*)
Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar


DOMINAN: Kapten Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta Ponsianus "Koming" Indrawan (kiri) dan Schiffo Julian Liogu (Hangtuah Sumsel) saat bertanding di GOR Bimasakti, Jumat (22/11). (Foto:Farid Fandi/Jawa Pos)
nblindonesia.com - 22/11/2013
[FLASH] Pelita Jaya Terus Berjaya
PELITA Jaya Energi Mega Persada Jakarta terus menuai hasil positif pada seri pembuka musim reguler Speedy NBL Indonesia 2013-2014. Tim polesan Nathaniel Canson ini membukukan empat kemenangan beruntun, usai menundukkan Hangtuah Sumsel IM, 85-62, di GOR Bimasakti Malang, Jumat (22/11).
Kemenangan Pelita Jaya sudah terlihat sejak awal. Saat kuarter pertama saja, Ponsianus “Koming” Nyoman Indrawan, sang kapten pada laga ini, sudah menguasai pertandingan. Sebanyak 12 poin dicatatkan oleh Koming di kuarter awal. Pelita Jaya memimpin kuarter pertama dengan 26-11.
Dominasi Pelita Jaya, terus berlanjut di kuarter kedua. Di kuarter ini, Dimas Aryo Dewanto punya peran yang signifikan menambah pundi-pundi poin. Pelita Jaya unggul 50-23 pada akhir kuarter kedua.
Memasuki kuarter ketiga, giliran Ary Chandra menunjukkan aksi terbaiknya. Bermain selama 10 menit full di kuarter ketiga, Ary Chandre mengemas 7 poin untuk timnya pada kuarter ini. Pelita Jaya tetap tak dapat dibendung oleh Hangtuah. Semangat pantang menyerah skuad Pelita Jaya, menutup kuarter ketiga 71-38.
Kebuntuan Hangtuah masih belum terpecahkan hingga memasuki kuarter empat. Kondisi ini, kurang dimanfaatkan maksimal oleh Pelita Jaya. Hingga sisa 3 menit kuarter terakhir, Pelita Jaya hanya mampu menambah 4 poin saja. Namun, sisa 2 menit terakhir Pelita Jaya kembali perkasa. Unggul terlalu jauh, Pelita Jaya pun memenangi laga ini.
 “Saya tahu betul karakter setiap pemain Hangtuah karena saya pernah membangun tim itu. Jadi, mudah bagi kami untuk membaca serangan mereka. Apalagi, permainan mereka terlihat kacau malam ini,” ungkap Nathaniel Canson, head coach Pelita Jaya.
Pada pertandingan ini, Koming total mencetak 14 poin bagi Pelita Jaya. Saat ini, poin Koming di sepanjang karirnya di NBL Indonesia sudah mencapai 996 poin. Artinya, butuh tambahan 4 poin lagi, Koming akan bergabung dalam 1,000 Points Club. Klub tersebut ialah kumpulan pemain NBL Indonesia yang mencetak seribu poin.
Dalam pertandingan ini, Hendru Ramli tampil gemilang dengan membukukan double-double. Hendru mencetak 15 poin dan 13 rebound, sekaligus menjadi double-double beruntun ketiganya pada musim ini. (*) 
Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar


PERCAYA DIRI: Forward Stadium Evin Istianto Hadi (kanan) berupaya menerobos penjagaan center Pacific Donny Ristanto dalam game Rabu, (20/11) di GOR Bimasakti Malang. (Foto: Farid Fandi/Jawa Pos)
nblindonesia.com - 21/11/2013
Stadium Optimistis di Dua Game Sisa
PERMAINAN buruk CLS Knights Surabaya saat kalah melawan Hangtuah Sumsel IM (19/11) membuat kepercayaan diri tim-tim lain meningkat. Tim-tim papan tengah mulai yakin bisa mengalahkan CLS.

Salah satunya Stadium. Kalau memiliki mentalitas yang bagus, Stadium yakin bisa menghabisi CLS pada hari terakhir seri I Malang (24/11) mendatang.

Stadium kemarin (20/11) bermain bagus, mengempaskan Pacific Caesar Surabaya dengan skor 70-53 di GOR Bimasakti Malang. Kemenangan tersebut adalah yang kedua secara beruntun bagi Stadium setelah diempaskan Satria Muda Britama Jakarta pada laga perdana mereka (17/11).

Dalam laga itu, scorer utama Stadium Merio Ferdiansyah tampil luar biasa dengan 22 poin. Itu membuktikan bahwa kapasitas Merio masih konsisten sebagai salah satu tumpuan utama penyerangan.

Pelatih Stadium Tri Adnyana Lokatanaya mengatakan bahwa setiap tim sekarang mengalami peningkatkan yang sangat luar bisa. Tim-tim seperti Satya Wacana Metro LBC Bandung dan JNE BSC Bandung Utama sangat bertumbuh.

''Bahkan, NSH GMC saja bukan tim yang lebih mudah ditelan. Mereka bisa menggigit,'' ucap Tri yang merupakan pelatih NSH GMC musim lalu itu.

Stadium sendiri akan bertemu NSH GMC besok (22/11). Di atas kertas, NSH akan mudah ditaklukkan. Stadium memiliki kapasitas besar untuk membekap NSH yang menjadi juru kunci klasemen.

Sementara itu, pada Minggu, Stadium akan bertemu CLS Knights Surabaya. ''Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan CLS. Apa-apa dengan CLS? Siapa pun bisa dikalahkan sekarang. Terpenting sekarang adalah kondisi mental pemain,'' tegasnya. (nur/c17/ham)
Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar


JADI JURI: Shooting guard Bimasakti Nikko Steel Malang Yanuar sedang mengamati dan menilai karya para peserta NBL Cupcake Challenge di halaman GOR Bimasakti, Rabu (20/11). (Foto: Suharto/Radar Malang)
nblindonesia.com - 20/11/2013
Bintang Bimasakti Mendadak Juri Hias Roti
ADA suasana berbeda di Speedy National Basketball League (NBL) di halaman GOR Bimasakti kemarin (20/1 1). Halaman GOR Bimasakti itu mendadak seru. Karena ratusan siswi SMA-SMK mengikuti NBL Cupcake Challenge (lomba menghias cupcake) yang digelar panitia NBL Indonesia. Dan yang menarik, juri di lomba itu bukan pakar masakan profesional, tapi bintang basket Bimasakti Yanuar Dwi Priasmoro.
Lomba ini sangat seru. Karena di saat peserta lomba serius membuat dan menghias cake, para pendukung terus memberi semangat. ”Ayo. . .ayo...ayo," kata beberapa fans.
Salah seorang peserta, Ana Farah, 18, mengatakan lomba ini momentum mengasah keterampilan yang dimiliki selama. Apalagi dia bergabung di jurusan Jasa Boga kelas XII. Acara ini menurutnya sangat berkesan. Dia pun mengaku baru pertama kali mengikuti lomba seperti  "Ya dibuat menambah pengalaman saja Mas. Ya mudah-mudahan ada tahun depan. Ini berkesan banget. Kalau nggak saya, ya adik-adik kelas saya siap ikut juga," ujar pelajar SMKN 7 Malang ini. 
Sementara Yanuar Dwi Priasmoro terlihat berseri-seri melihat tampilan cake para siswi itu. Layaknya juri profesional, dia pun menenteng catatan penilaian. "Refreshing sambil lihat karya para siswi ini lumayan bagus-bagus," kata mantan MVP (Most Valuable Player) NBL Indonesia 201 l/2012 ini. (ziq/abm)
Story Provided by Jawa Pos Radar Malang
Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar


CIDERA SERIUS: Shooting guard Satya Wacana Metro LBC Bandung harus menerima lima jahitan di mulutnya usai disikut Vinton Nolland Surawi pada laga melawan Satria Muda BritAma Jakarta, Selasa (19/11). (Foto: Satya Wacana)
nblindonesia.com - 21/11/2013
Satya Wacana Dihantui Problem Cedera
Andalkan 9 Pemain di Sisa Laga Seri Malang
PROBLEM cedera menimpa Satya Wacana Metro LBC Bandung di Speedy NBL Indonesia 2013-2014 Seri I Malang. Menyisakan dua laga lagi, tim polesan Efri Meldi ini mengalami krisis pemain. Tiga pemain pilarnya, Gian Gumilar, Thedy Tirtahadi dan Rionny Rahangmetan, dipastikan tak bisa turun lapangan karena dibekap cedera.
Gian harus menepi pada dua laga berikutnya lawan CLS Knights Surabaya (21/11) dan Aspac Jakarta (23/11), menyusul cedera serius di bibirnya usai disikut Vinton Nolland Surawi pada laga melawan Satria Muda BritAma Jakarta, Selasa (19/11) lalu. Gian menerima lima jahitan di bibirnya.
Sosok Gian menjadi salah satu pilar penting bagi Satya Wacana pada seri pembuka ini. Pemain yang berposisi sebagai shooting guard ini selalu membukukan double digit poin pada tiga laga beruntun, termasuk saat menghadapi SM BritAma.
Serupa dengan Gian, pilar Satya Wacana lainnya, Thedy Tirtahadi (point guard) juga diperkirakan tak dapat tampil menyusul cedera lutut yang dideritanya saat berhadapan dengan SM BritAma. Menurut diagnosa dokter, Thedy diperkirakan mengalami cedera LCL (Lateral Collateral Ligament).
Satu pilar lain yang masih berkutat dengan cedera adalah Rionny Rahangmetan. Small forward kelahiran Jayapura ini mengalami cedera jari tengah di tangan kanannya saat menghadapi SM BritAma. Dengan bantuan fisioterapis, Rionny diharapkan bisa secepatnya pulih, dan tampil pada dua laga sisa.
Pada seri pembuka ini Satya Wacana hanya membawa 12 pemain. Jadi, apabila ketiga pemain itu harus absen, berarti mereka harus mengandalkan sembilan pemain saja saat melawan CLS dan Aspac.
”Saat ini kami berada dalam kondisi kritis. Tapi, dengan sisa pemain yang ada kami optimis bisa menyelesaikan seri Malang ini dengan hasil yang baik. Kami juga yakin, akan kembali tampil full team pada seri kedua di Jakarta pada Januari nanti,” ungkap Zaki Iskandar, manajer Satya Wacana.
Dua pemain Satya Wacana lainnya, Respati Ragil Pamungkas (shooting guard) dan Kaleb Ramot Gemilang (rookie), tidak ikut dibawa ke Malang karena masih harus fokus persiapan menghadapi SEA Games 2013 di Myanmar. Keduanya baru bisa tampil di seri Jakarta nanti. (*)
Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar


SEDANG ON FIRE: Hendru Ramli diharapkan bisa menggantikan absennya kapten Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta Andy "Batam" Poedjakesuma dalam tiga bulan ke depan. (Foto: Farid Fandi/Jawa Pos)
nblindonesia.com - 21/11/2013
Dulu Hanya Bisa Cari Posisi, Sekarang Bisa Meliuk-liuk
Hendru Ramli, Pengganti Peran Andy Poedjakesuma di Pelita Jaya
Andy "Batam" Poedjakesuma adalah pemain yang tak tergantikan. Perannya luar biasa krusial bagi Pelita Jaya (PJ) Energi Mega Persada Jakarta. Namun, dengan melesatnya performa Hendru Ramli, PJ lebih tenang sepeninggal Batam yang cedera.

AINUR ROHMAN, Malang

---

APES bagi Pelita Jaya Energi-MP Jakarta. Andy "Batam" Poedjakesuma, bintang utama, kapten, dan mesin poin terpenting dalam tim, hampir pasti absen tiga bulan ke depan karena cedera lutut kiri.

Ini jelas kehilangan besar. Bukan di Seri I Malang yang relatif mudah ditaklukkan. Justru dampak tumbangnya Batam akan terasa pada Seri II Jakarta pada 11-19 Januari tahun depan.

Saat itu PJ akan melawan tiga tim kuat, Garuda Kukar Bandung, Satria Muda Britama Jakarta, dan Aspac Jakarta. Namun, PJ agak sedikit tenang karena small forward Hendru Ramli mengalami kemajuan sangat pesat.

Pemain yang baru direkrut awal musim ini dari Garuda itu tampil gila dalam dua laga terakhir PJ. Hendru konsisten mencatat double-double. Saat mengalahkan JNE BSC Bandung Utama tadi malam, Hendru menjadi top scorer dengan 18 poin plus bonus sepuluh rebound.

"Hendru adalah salah satu pemain PJ yang sangat step-up," kata pelatih PJ Nathaniel Canson. "Saya sangat percaya dengan talentanya. Saya harap dia bisa terus bermain baik melawan tim besar," ucap Coach Nath.

Pelatih kelahiran Filipina tersebut mengatakan, kondisi Hendru sangat tidak baik saat direkrut PJ. Saat akhir musim lalu, ketika masih membela Garuda, Hendru sempat drop karena terserang demam berdarah.

Hendru juga tak langsung mendapatkan chemistry dengan tim barunya. Performa pemain kelahiran Jakarta berusia 25 tahun tersebut acak-acakan di preseason tournament.

Dengan kerja keras Hendru membuktikan bahwa kepercayaan pelatihnya itu tidak salah. Hendru yang dulu hanya bisa mencari posisi menembak, sekarang memiliki kemampuan komplet.

Bapak satu anak itu bisa meliuk-liuk untuk melakukan drive tajam menembus pertahanan ketat lawan di bawah ring. Hendru juga lebih agresif dalam melakukan rebound.

Coach Nath adalah orang yang berjasa mengubah mindset permainan Hendru. "Saya berterima kasih karena diberi kepercayaan lebih. Seperti Batam, kata Coach Nath, saya harus lebih agresif melakukan rebound dan masuk-masuk (ke paint area)," paparnya.

Kepercayaan adalah kata kuncinya. Memulai karir profesional di Garuda pada 2008, Hendru sempat mengalami mimpi buruk. Bermain bersama raja-raja basket Indonesia, seperti Denny Sumargo, Mario Wuysang, I Made "Lolik" Sudiadnyana, dan Cokorda Raka S. Wibawa, Hendru minim kesempatan. "Nggak boleh nembak malah. Hahaha," ceritanya.

Hendru mulai mendapatkan kesempatan saat Garuda diarsiteki Wan Amran pada NBL Indonesia 2011-2012. Apalagi, Denny Sumargo dkk sudah tak berada di Garuda. Wan Amran memang ingin membangun Garuda dengan basis pemain muda. Dari situ kemampuannya sebagai salah satu mesin poin hebat di Indonesia mulai terasah.

Sekarang bersama PJ, Hendru akan berjuang untuk mendapatkan gelar juara. "Banyak pemain dan mantan pemain tim nasional di PJ. Semoga saja, tujuan itu (gelar juara) tercapai," tandasnya. (*/c2/ham)
Story Provided by Jawa Pos
Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar


SULITKAN LAWAN: Kapten Hangtuah Sumsel IM Ary Sapto (kanan) menghadang Rizky Effendi (Aspac Jakarta) dalam pertandingan di GOR Bimasakti, Kamis (21/11). (Foto: Farid Fandi/Jawa Pos)
nblindonesia.com - 21/11/2013
[FLASH] Aspac Nyaris Jadi Korban ’Overtime’ Hangtuah
JUARA bertahan Aspac Jakarta lagi-lagi harus berjuang ekstra keras untuk memetik kemenangan. Tim polesan Rastafari Horongbala ini bahkan nyaris menjadi korban ’overtime’ Hangtuah Sumsel IM, saat kedua tim bentrok dalam lanjutan Speedy NBL Indonesia 2013-2014 Seri I Malang di GOR Bimasakti, Kamis (21/11). Game ini nyaris berlanjut ke babak overtime. Namun, Aspac akhirnya berhasil menutup laga dengan keunggulan 57-50.
Meski tanpa didampingi head coach Wan Amran yang sedang berada di Colombo, Hangtuah tampil percaya diri. Ary Sapto dkk tampil dengan determinasi tinggi yang merepotkan Aspac. Skor kedua tim berlangsung ketat sejak kuarter awal hingga detik-detik terakhir. Hangtuah yang memiliki julukan baru sebagai tim spesialis overtime (karena berhasil memaksa dua laga sebelumnya hingga overtime), akhirnya harus menyerah.
Sejak kuarter pertama, Aspac dan Hangtuah saling beradu kecepatan. Namun, Aspac lebih menguasai jalannya pertandingan dan memimpin 12-7 ketika akhir kuarter pertama. Memasuki kuarter kedua, perlawanan Hangtuah makin sengit. Beberapa kali mengancam Hangtuah belum mampu mengungguli Aspac. Di akhir kuarter kedua, Aspac pun masih leading dengan perolehan 19-15.
Tembakan Ary Sapto di awal kuarter ketiga, membuat skor jadi sama 19-19. Namun, Wahyu “Cacing” Widayat Jati langsung membalas serangan Hangtuah beberapa detik kemudian dan menambah angka 21-19. Satu menit sebelum akhir kuarter ketiga, suasana menjadi tegang karena Hangtuah menambah 3 angka dari tembakan three point Mei Joni. Skor menjadi 34-31 untuk keunggulan Hangtuah.
Momentum kebangkitan Hangtuah ini, dilanjutkan dengan akurasi dua fhree throw Richardo Orlando Uneputty. Kuarter ketiga, berakhir 36-33. Dua poin tambahan Aspac tercipta dari tembakan Isman Thoyib.
Makin mendekati akhir pertandingan, suasana kian tegang. Bahkan di sisa 1 menit, Aspac dan Hangtuah masih memiliki poin sama, 50-50. Namun, drive yang dilanjutkan layup Fandi Andika Ramadhani usai fast break  membuat papan skor berubah 52-50, unggul Aspac.
Aspac memanfaatkan momentum ini untuk melejit. Hasilnya, skuad besutan Rastafari Horongbala ini pun menutup laga ini dengan kemenangan meyakinkan.
Selepas pertandingan, sang pelatih mengungkapkan timnya gagal fokus pada tiga kuarter awal. Akibatnya, mereka mudah kecolongan. “Saya sempat menginstruksikan para pemain untuk menjaga shooter Hangtuah. Tapi, mereka kurang fokus. Di kuarter empat, kunci permainan kami terletak di strategi zone defense. Ini strategi yang saya gunakan bila tim kami tertekan,” ungkap Rastafari.
Meski kalah, Ary Sapto tampil memukau. Kapten Hangtuah ini berhasil mencatatkan double-double dalam laga ini dengan 15 poin dan 10 rebound. Total, hingga kini Ary telah mengkoleksi 9 kali double-double sepanjang karirnya di NBL Indonesia. (*
Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar


TOP SCORER: Small forward CLS Knights Surabaya Andrie Ekayana (kiri) dibawah penjagaan Musthofa Ramadhan (Satya Wacana Metro LBC Bandung) saat bertanding di GOR Bimasakti, Kamis (21/11). (Foto: Farid Fandi/Jawa Pos)
nblindonesia.com - 21/11/2013
[FLASH] CLS Knights Kembali ke Trek Persaingan
DUA kali menelan kekalahan pada laga sebelumnya, tak membuat CLS Knights Surabaya berlama-lama larut dalam keterpurukan. Skuad Kim Dong-won ini kembali ke trek persaingan papan atas musim reguler Speedy NBL Indonesia 2013-2014, menyusul kemenangan 81-55 atas Satya Wacana Metro LBC Bandung pada lanjutan Seri I di GOR Bimasakti Malang, Kamis (21/11).
Permainan cepat CLS dimulai sejak kuarter pertama. Berkali-kali melakukan fast break, Dwi Haryoko dkk memimpin laga melawan Satya Wacana di kuarter pertama 22-16.
Penampilan CLS yang dominan, terus berlanjut di kuarter kedua. Three point play Tony Agus, memperlebar keunggulan CLS di awal kuarter kedua. Dua kali assist dari Mario Wuysang pada Dimaz Muharri dan Sandy Febiansyakh, membuat margin skor CLS dan Satya Wacana semakin jauh. Kuarter kedua, pun CLS masih leading 38-22.
Selepas half time, CLS seakan menemukan energi baru. Tak tanggung-tanggung, 24 poin dibukukan oleh CLS. Karena bermain ofensif, CLS juga beberapa kali kecolongan. Skor kuarter ketiga ini ialah 62-37.
Strategi ofensif yang dijalankan oleh CLS terus berlanjut di kuarter akhir. Kelincahan dan akurasi pemain CLS menjadi momok bagi Satya Wacana. Minimnya rotasi pemain, makin menambah kesulitan Satya Wacana sebab mereka hanya bermain dengan 10 pemain. CLS pun mengakhiri laga ini dengan membukukan kemenangan.
Setelah pertandingan, Andre Yuwadi asisten pelatih CLS Knights mengatakan bahwa hingga kini permainan timnya belum konsisten. “Performa dari satu pemain yang kurang konsisten, dapat mempengaruhi kinerja tim ini keseluruhan. Masalah konsistensi ini, akan menjadi bahan evaluasi kami sebelum bertanding di laga berikutnya,” ungkap Andre.
Pemain yang paling berkontribusi penting atas kemenangan CLS, ialah Andrie “Yayan” Ekayana.  Bermain selama hampir 28 menit, Yayan mengemas 20 poin dan menjadi poin tertinggi di game ini.
Sementara itu, walau berada dalam kondisi kurang fit setelah operasi di bagian bibir, Gian Gumilar tetap tampil untuk Satya Wacana di laga ini. Gian pun hanya mengoleksi 3 poin dengan minutes play tak lebih dari 11 menit. (*)
Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar


BERBAGI PENGALAMAN: Wasit NBL Indonesia berlisensi FIBA Ilham Burhanuddin (tengah, duduk) dan Budi Marfan (berdiri) berbagi ilmu dan pengalaman di Referee Class with NBL Indonesia, Selasa (19/11).
nblindonesia.com - 20/11/2013
Dapat Banyak Wawasan Baru
Referee Class with NBL Indonesia
SEGUDANG pengalaman berharga didapatkan para wasit yang bernaung di pengurus kota Perbasi Malang. Mereka mendapat banyak ilmu dari wasit NBL Indonesia berlisensi FIBA, dalam acara bertajuk Referee Class with NBL Indonesia di Ruang Pertamina SMAN 8 Malang, Selasa (19/11).
Acara ini dihelat oleh Pengkot Perbasi Malang bekerjasama dengan PT Deteksi Basket Lintas (DBL) Indonesia selaku penyelenggara liga basket tertinggi tanah air, NBL Indonesia. Hadir sebagai pembicara adalah dua wasit NBL Indonesia berlisensi FIBA, Ilham Burhanuddin dan Budi Marfan.
Kedua wasit tersebut diundang sebagai pemateri karena jam terbang yang tinggi di bidang perwasitan, sekaligus karena mengantongi lisensi FIBA, lisensi tertinggi yang diraih oleh seorang wasit dan merupakan lisensi berstandar internasional.
Beberapa aturan, diulas bersama dalam forum yang dihadiri para wasit di Malang. Salah satunya, aturan hand checking. “Sebagai wasit, kita harus memperingatkan pemain lebih dahulu sebelum memberikan foul. Paling tidak sekali peringatan bagi pemain,” ungkap Ilham, wasit FIBA yang berasal pengurus provinsi Perbasi DKI Jakarta.
Dalam forum ini, dibahas pula aturan FIBA pasal 33 mengenai body contact. Budi Marfan menjelaskan ada beberapa jenis body contact yang biasa dilakukan pemain saat pertandingan.
“Ada yang legal, illegal, dan incidental body contact. Yang dapat menimbulkan foul, jelas body contact yang illegal.  Salah contohnya ialah pemain penyerang melakukan body contact dengan pemain bertahan diluar silindernya. Ini bisa menyebabkan foul,” papar wasit aktif yang memulai karirnya di tahun 2000 ini.
Adanya forum ini, disambut baik oleh Suryo Yuliarto, ketua harian Pengkot Perbasi Malang. “Dengan digelarnya event NBL Indonesia di Malang, kami bisa mempelajari banyak hal. Salah satunya yang berkaitan dengan wasit. Kami harapkan forum seperti ini (Referee Class) bisa meningkatkan kemampuan wasit di Malang,” ungkap Suryo.
Sementara itu, Devy Riska selaku basketball operations senior coordinator PT DBL Indonesia mengatakan bahwa pemahaman aturan FIBA sangat diperlukan oleh wasit manapun. “Setiap wasit, dituntut untuk mengerti aturan FIBA seluruhnya. Itulah mengapa kami sangat selektif dalam memilih wasit untuk menjadi pengadil laga di NBL Indonesia,” ungkap Devy. (*)
Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar


BEDA EKSPRESI: Pelatih CLS Kim Dong-won tertunduk setelah laga melawan Hangtuah tadi malam. Foto kanan, selebrasi para pemain Hangtuah di GOR Bimasakti Malang. (Foto: Farid Fandi/Jawa Pos)
nblindonesia.com - 20/11/2013
Hangtuah Bukan Tim SMA
Kalahkan CLS via Overtime, Raih Kemenangan Pertama
MALANG - I Gusti Ngurah Teguh Putra Negara langsung bersimpuh di lapangan GOR Bimasakti Malang tadi malam (19/11). Power forward Hangtuah Sumsel IM itu seakan tidak percaya bahwa timnya berhasil membekap CLS Knights Surabaya lewat pertarungan keras hingga overtime dengan skor 64-61.

Kemenangan pada Seri I Speedy NBL Indonesia 2013-2014 tersebut sama sekali di luar dugaan. Hangtuah bermain buruk dalam dua laga awal. Mereka kalah melawan dua tim yang seharusnya bisa ditundukkan, Satya Wacana Metro LBC Bandung dan JNE BSC Bandung Utama. Inilah kemenangan pertama di musim reguler ini.

CLS dengan semangat baru setelah masuknya point guard mahal Mario Wuysang seharusnya di atas kertas bisa mengatasi Hangtuah. Tetapi, perlu diingat, Hangtuah memiliki Wan Amran, eks pelatih CLS, orang yang selalu bisa menjegal mantan timnya tersebut kapan pun.

CLS seharusnya bisa memenangi pertandingan tanpa harus overtime karena unggul dua poin (54-56) saat pertandingan menyisakan 11 detik. Ajaibnya, Hangtuah bisa memaksa CLS menuju overtime via tembakan dua angka shooting guard Ahmad Junaedi satu detik sebelum kuarter keempat berakhir.

Pada babak overtime, CLS melanjutkan penampilan jeleknya. Dwi Haryoko dkk sering melakukan turnover dan gagal mencetak angka dalam kesempatan mudah. Kekalahan akhirnya menjadi hal yang wajar karena memang CLS bermain begitu buruk.

Kapten Hangtuah Ary Sapto bermain sangar dengan 18 poin. ''Awalnya kami memang under pressure. Kemampuan Hangtuah tidak keluar dalam dua game awal. Permainan kami kacau, nggak enak, kayak anak SMA. Namun, kali ini kami enjoy,'' ucap AGame -julukannya.

Ferry Jufry, general manager Hangtuah, menyebut kemenangan ini disebabkan pemain mengeluarkan semua unek-uneknya. Sebelum laga, Ferry memang mengumpulkan pemain Hangtuah untuk sharing penyebab permainan jelek mereka pada dua laga awal.

Ternyata tekanan atas gaya melatih keras Wan Amran memang menjadi salah satu hal yang membuat pemain tidak lepas. ''Kami evaluasi, bicara dari hati ke hati. Soal tertekan (karena Wan Amran), itu wajar. Ini masa transisi. Tetapi, kami akhirnya berhasil menyelesaikannya dan bermain kompak,'' tegas Ferry.

Laga lain yang mempertemukan Satya Wacana Metro LBC Bandung dan Satria Muda Britama Jakarta juga tak kalah seru. Satya Wacana yang memang underdog akhirnya kalah tipis 66-68.

Biar begitu, kekalahan Yo Sua dkk sangat heroik. Mereka menantang SM lewat pertarungan yang sangat ketat, keras, intens, dan menegangkan.

SM yang unggul dari semua aspek pemain gagal membunuh pertandingan dengan dini. Justru Rony Gunawan dkk dipepet terus dan tertinggal dua poin atas Satya Wacana menjelang turun minum (33-35).

SM berhasil bangkit pada kuarter ketiga. Tembakan-tembakan mematikan small forward senior Amin Prihantono membuat Satya Wacana kedodoran. Ini diperparah dengan cederanya salah seorang top scorer andalan Satya Wacana Gian Gumilar. Eks pemain Pelita Jaya Energi-MP Jakarta tersebut tumbang karena terhantam forward SM Vinton Nolland Surawi saat hendak melakukan drive. Bibir bagian atas Gian sobek. Momentum itulah yang membuat Satya Wacana kalah pada kuarter keempat. (nur/c17/ham)
Story Provided by Jawa Pos
Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar


GURU ISTIMEWA: Shooting guard Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta Dimas Aryo Dewanto mengajar matematika saat NBL Berbagi Back to School di SDN-SMPN Satu Atap Singosari, Selasa (19/11)
nblindonesia.com - 20/11/2013
Ngajar Matematika malah Ditanya Pacar
NBL Berbagi Back to School di SDN-SMPN Satu Atap Singosari
SUASANA beberapa kelas di SD Negeri dan SMP Negeri Satu Atap Singosari, Selasa (19/11), berbeda dibanding hari biasanya. Siang itu, para siswa mendapat pengajaran dari dua 'guru spesial'. Mereka adalah Dimas Aryo Dewanto (shooting guard Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta) dan Mario Gerungan (Point guard Aspac Jakarta).
Keduanya rela meninggalkan aktivitas latihan bersama klub masing-masing, dan menempuh perjalanan lumayan jauh dari kota Malang, untuk menjadi guru tamu di sekolah yang terletak di dukuh Sumbul, Desa Klampok, Singosari.
Mario yang baru saja menyandang gelar sarjana hukum, didaulat mengajar sejarah di kelas IX dengan topik bahasan tentang kedaulatan negara. Sedangkan Dimas, mengajar matematika di kelas VIIA, tentang persamaan linier.

Kedua pemain pun langsung beraksi dengan style masing-masing. Mario, misalnya. Dia langsung menjelaskan tentang NKRI dan beberapa pemberontakan yang terjadi di daerah. Saat mengajar, beberapa murid cewek terlihat senyum-senyum sendiri. Sambil beberapa kali tampak berbisik dengan teman sebangkunya.
Sama halnya dengan Mario, Dimas yang mengajar matematika tak luput dari perhatian. Saat dia memberikan contoh soal tentang persamaan linier, beberapa murid langsung antusias menjawab di depan kelas.
Suasana kelas menjadi heboh pada saat sesi tanya jawab. Bukannya bertanya soal pelajaran, beberapa siswa menanyakan tentang pacar. Tentu saja pertanyaan ini membuat situasi kelas ger-geran.
Ditemui usai mengajar, Mario mengaku ini momen spesial sepanjang hidupnya. Baru kali pertama dia berperan sebagai guru. "Ternyata menjadi guru tidak gampang," tutur kapten tim Aspac Jakarta ini.

Selain mengajar mata pelajaran untuk siswa-siswi SMP, Mario dan Dimas juga mengunjungi beberapa kelas SD untuk memberi motivasi, serta membagi bingkisan. Sebagai informasi, karena keterbatasan fasilitas, para siswa SD dan SMP harus berbagi kelas.
Salah satu siswa, Wahyu Mujaffar, mengaku sangat senang bisa kedatangan para pemain NBL Indonesia. Dia tak mengira sekolahnya yang jauh di pelosok desa, bisa dikunjungi pemain profesional. "Senang sekali bisa ketemu mereka. Apalagi dapat hadiah juga karena berani bertanya," tutur pelajar 13 tahun ini.

Selain menghadirkan dua pemain sebagai guru spesial, program NBL Berbagi Back to School ini juga melakukan pembangunan fasilitas olahraga sekolah, berupa lapangan bola basket. "Suatu kehormatan bagi kami karena mendapat kunjungan istimewa dari pemain NBL Indonesia. Semoga kedatangan mereka bisa menjadi inspirasi bagi para siswa," ungkap Suhariyanto, kepala sekolah SMP Negeri Satu Atap Singosari. (ziq/ziz)
Story provided by: Jawa Pos Radar Malang
Dikarang oleh : Indahwd pas Sabtu, November 23, 2013 0 komentar


TOP SCORER: Center NSH GMC Jakarta Max Yanto (kanan) dijaga Mario Gerungan (Aspac Jakarta) saat bertanding di GOR Bimasakti, (20/11). (Foto: Farid Fandi/Jawa Pos)
nblindonesia.com - 20/11/2013
[FLASH] NSH Sulitkan Juara Bertahan
PERLAWANAN sengit ditunjukkan NSH GMC Jakarta saat menghadapi Aspac Jakarta dalam lanjutan Speedy National Basketball League (NBL) Indonesia 2013-2014 Seri I Malang di GOR Bimasakti, Rabu (20/11). Walau akhirnya menyerah 60-71, Max Yanto dkk berhasil menyulitkan sang juara bertahan.
Berstatus juru kunci, NSH tak mau menjadi bulan-bulanan Aspac. Mereka tampil ngotot sejak tip-off. Anggi Arizki, membuka poin Aspac melalui tembakan dua poin usai mendapatkan assist dari Fandi Andika Ramadhani. Satu menit kemudian, pemain tertinggi NBL Indonesia Max Yanto, menyamakan skor lewat layup.
NSH terus bermain menyerang sepanjang kuarter pertama hingga terjadi kejar-mengejar poin. Pada akhir kuarter awal, NSH hanya tertinggal dua bola dari juara NBL Indonesia musim lalu ini. Kuarter pertama game ini, berakhir dengan keunggulan Aspac 12-16.
Memasuki kuarter kedua, Aspac bermain sedikit lebih cepat. Akurasi Rama membawa Aspac mulai memimpin jauh dari NSH. Aspac pun leading di kuarter kedua ini 38-27.
Setelah jeda half time, Aspac mulai menujukkan permainan yang lebih baik. Total 22 poin dikemas Aspac di kuarter ketiga. Aspac pun terus perkasa dengan skor 60-38 di penghujung kuarter ketiga.
NSH tampil lebih ngotot pada kuarter akhir. Mereka berhasil memperkecil margin ketertinggalan dengan menambah 22 poin pada kuarter ini. Namun, Aspac mampu menjaga keunggulan hingga akhirnya menyudahi laga ini dengan kemenangan.
Max Yanto kembali tampil sebagai top scorer di kubu NSH dengan sumbangan 14 poin dan 9 rebound. Center paling tinggi di NBL Indonesia ini nyaris membukukan double-double, seandainya bisa menggenapi koleksi rebound-nya.
Sementara dari kubu Aspac, tiga pemain mencetak double digit angka. Handri Satrya Santosa memimpin dengan donasi 13 poin. Disusul oleh Fandi Andika Ramadhani yang menyumbang 11 poin, dan Mario Gerungan dengan tambahan 10 poin.
“Dengan start yang bagus, mental pemain akan terangkat hingga kuarter terakhir. Maka itu, di awal laga saya menginstruksikan pemain untuk fokus menjaga sektor defense,” ungkap Antonius Joko Endratmo, asisten pelatih Aspac Jakarta. (*)
 

HWD☮ Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos