Selasa, 08 Oktober 2013

Dikarang oleh : Indahwd pas Selasa, Oktober 08, 2013 0 komentar

Rio Haryanto joins Barwa Addax for 2013 season

Rio Haryanto joins Barwa Addax for 2013 season
Indonesian ace confirmed at Spanish squad

Barwa Addax Team is delighted to announce that it has reached an agreement with Rio Haryanto to compete for the team as official driver for the 2013 season in the GP2 Series.
After a delicate past season, Barwa Addax Team are ready for the challenge in 2013 in the hope of returning to the heady heights when the team won two constructor’s titles and were never off the podium in the final team rankings. The Spanish outfit has signed up Rio Haryanto a driver who is highly motivated and looking forward to the chance to prove himself as a race winner in GP2 after a consistent rookie year in GP2.
The racing background of Rio Haryanto (Solo, Indonesia. 22.01.1993) began with a successful Karting career where he became the champion of Asia. He also triumphed in the formula Asia 2.0 category, with 5 victories. In the F BMW Pacific, he became champion with 10 victories. He then went on to compete in two full seasons in the Gp3 Series in which he stood out from the beginning, winning two races in 2011. This progress gave him his break in the GP2 Series last season where he showed signs of his true potential including fastest lap times at a circuit of the stature of Spa with all its complications, despite his rookie status.  Rio, will take on the challenge at the age of 20, to further his progress and gain valuable experience at the same time, consolidating his position in the elite of world motor-racing. He hopes to fight for the championship and position himself in line for the final phase of his career which is none other than becoming part of Formula 1. He was the first Indonesian driver to test an F1 car  in Abu Dhabi and also tested at Silverstone earlier in the year with Marussia F1.
Rio Haryanto said: I am pleased to be joining the Addax Team for 2013, they are a team that have a very good history in GP2 with many of their drivers progressing into Formula 1. This will be my second year in GP2 so with all the experience gained in  I am confident that 2013 will be a successful year. I  would like to thank my sponsors Pertamina, Garuda Indonesia, Telcomsel  and Kiky for their continued support.”
Alejandro Agag, Owner and Team Principal commented: “We have to admit that 2012 wasn’t the greatest of seasons for us even though we were always looking to win races, like we did at 3 very important circuits such as Monaco, Spa and Hockenheim.  We have put our unconditional faith for 2013 in Rio Haryanto to get back to the level we have demonstrated in the past. Rio has both the motivation and experience necessary and what’s more the desire to improve and triumph, which fits in perfectly with our philosophy. I would like to welcome him to the team and at the same time assure him that the team will do whatever is necessary to fulfill the goals we have set for this coming season.”

RIO HARYANTO (PLAYER OF GP2)

Dikarang oleh : Indahwd pas Selasa, Oktober 08, 2013 0 komentar
Dikarang oleh : Indahwd pas Selasa, Oktober 08, 2013 0 komentar

Jerry Lolowang Turun Tujuh Kilo dalam 10 Hari

  • Sabtu, 5 Oktober 2013 | 17:55 WIB
Mantan pebasket Satya Wacana Metro LBC Bandung, Jerry Lolowang, tersenyum saat berada di rumah sakit. | FACEBOOK.COM/JERRY LOLOWANG
PENANG, KOMPAS.com - Jerry Lolowang tetap bisa memandang hidup dengan cara positif meski tengah berjuang melawan kanker testis, yang sudah membuatnya kehilangan berat badan tujuh kilo dalam 10 hari. Mantan pebasket Satya Wacana Metro LBC Bandung ini berada di Penang, Malaysia untuk menjalani pengobatan.

Pekan lalu, saat menjalani pemerikasaan pertama di Rumah Sakit Lam Wah Ee di Penang, Jerry dinyatakan menderita seminosa.

"Kata dokter, dalam kanker ada dua patokan, yaitu seberapa cepat pembelahan selnya, lalu penyebarannnya. Untuk kasus saya, dua-duanya berjalan cepat. Dalam empat bulan, testis kanan saya jadi sebesar apel Fuji, ukurannya 10 kali 6 kali 7," cerita Jerry yang dihubungi Kompas.com.

"Tapi saya tidak menyadarinya karena pembengkakannya masuk ke perut. Pantas perut saya rasanya jadi gak enak. Tapi saya tidak tahu kalau itu karena pembengkakan testis," lanjutnya.

Karena seminosa masuk kategori tumor ganas dengan penyebaran sangat cepat, Jerry langsung dirujuk ke Mount Miriam, rumah sakit khusus kanker yang ada di Penang. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa kankernya bahkan sudah merambah ke kelenjar getah bening.

Senin (7/10/2013), Jerry akan mendapat hasil final dari pemeriksaan dan mulai menjalani kemoterapi.

Akibat sakit ini juga, berat badan Jerry menurun drastis. Dalam kisaran 10 hari, dia turun tujuh kilo, dari 81 kilogram menjadi 74. "Untungnya saya tidak ada pantangan apapun, jadi saya bisa makan apa saja."

Selama berada di Penang, Jerry ditemani oleh orang tuanya. "Saya sebenarnya sudah minta mereka pulang. Tetapi, mereka menunggu sampai hasi final dulu. Mungkin setelah hari Senin, nanti bisa diatur kapan orang tua saya bisa pulang."
Editor : Pipit Puspita Rini

Dikarang oleh : Indahwd pas Selasa, Oktober 08, 2013 0 komentar

Bagaimana Peluang Kesembuhan Kanker yang Diderita Jerry?

Penulis : Rosmha Widiyani | Selasa, 8 Oktober 2013 | 10:29 WIB
Dibaca: 5518
Komentar: 2
|
Share:
FACEBOOK.COM/JERRY LOLOWANG
Mantan pemain basket Satya Wacana Metro LBC Bandung, Jerry Lolowang.

KOMPAS.com —
Kanker sampai saat ini masih menjadi momok bagi setiap orang. Pertumbuhan sel ganas yang tidak terkendali seolah menggerogoti tubuh dan siap mengambil nyawa penderitanya kapan saja.

Penyakit kanker dapat menyerang semua bagian di dalam tubuh, termasuk organ reproduksi pria. Belum lama ini, olahragawan basket Indonesia, Jerry Lolowang, terdiagnosis menderita kanker testis. Diduga, sel kanker tersebut tumbuh hanya di testis sebelah kanan.

Dalam istilah medis, kanker testis juga disebut sebagai testicular cancer. Ini merupakan jenis kanker yang jarang diderita oleh orang Asia.

"Kebanyakan diderita pria Kaukasian usia muda. Namun memang tidak menutup kemungkinan ini diderita orang Indonesia, terutama pria usia 15-40 tahun," kata onkolog, Dr dr Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP, pada Senin (7/10/2013) di Jakarta.

Walaupun jarang ditemukan, kanker testis dapat disembuhkan. Aru mengatakan, kesempatan sembuh bagi penderita kanker testis adalah 90-100 persen, walau kanker sudah menyebar. Hal ini dikarenakan respons sel kanker yang sangat baik pada pengobatan kemoterapi.

Selain penyinaran, Aru menyatakan bahwa penderita kanker dapat memilih untuk mengangkat testis yang terkena kanker. "Pengangkatan menutup kemungkinan kanker kembali tumbuh di testis yang sama. Oleh karenanya, kemungkinan sembuh menjadi lebih besar," urai Aru.

Namun, pengangkatan memang tidak menutup peluang sel kanker tumbuh pada satu testis yang ditinggalkan. Kata Aru, kemungkinan tumbuhnya hanya  tinggal satu persen sehingga penderita seyogianya tak perlu khawatir dan langsung mengangkat kedua testis.

Pengangkatan testis juga tidak memengaruhi kesehatan pria secara umum. "Pengaruhnya ada pada fertilitas pria karena testis memproduksi sperma dan testosteron. Pengangkatan salah satu pasti memengaruhi produksi sperma dan testosteron," kata Aru.

Perlu 5-15 tahun
Sama seperti kanker lainnya, kanker testis bukanlah penyakit yang seketika muncul. Aru mengatakan, sel kanker testis membutuhkan 5-15 tahun untuk berkembang.

Gejala kanker testis diawali rasa berat dan tidak nyaman pada salah satu testis. "Biasanya gejala ini cepat dirasakan karena menimbulkan ketidaknyamanan. Makin cepat diketahui, terapi bisa segera dilakukan sehingga penderita bisa secepat mungkin sembuh," kata Aru.

Sampai saat ini penyebab pasti kanker testis belum diketahui. Namun, faktor risiko akan bertambah besar jika ada sanak saudara yang pernah menderita penyakit yang sama. Selain itu, Aru menyebut rokok sebagai penyebab utama.

"Rokok adalah pangkal segala jenis kanker. Perokok memiliki faktor risiko terbesar mengidap kanker," papar Aru.

Ia juga mengatakan, tidak ada upaya spesifik untuk mencegah terjadinya kanker testis. Namun jika memiliki sanak saudara yang pernah terkena kanker testis, sebaiknya segera waspada bila terasa ada yang tidak nyaman dengan testis. Setelah itu, sesegera mungkin memeriksakan diri ke dokter untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.

"Bisa saja diturunkan walau kemungkinannya tidak sebesar kanker payudara atau usus besar. Selain keturunan, perhatikan juga sekeliling, termasuk apa yang dimakan dan dihirup," kata Aru.
Dikarang oleh : Indahwd pas Selasa, Oktober 08, 2013 0 komentar

Rony Gunawan Minta Jerry Berjanji untuk Tidak Menyerah

  • Penulis :
  • Norma Gesita
  • Senin, 7 Oktober 2013 | 05:05 WIB
Pebasket Satria Muda BritAma, Rony Gunawan (kanan) dan pemain streetball, Richard Leo Latunusa aka Insane (kiri) menari untuk memeriahkan acara We Care and Share, di Sarinah, Thamrin, Jakarta, Minggu (6/10/2013). | KOMPAS.COM/NORMA GESITA
JAKARTA, KOMPAS.com — Pebasket Satria Muda BritAma, Rony Gunawan, meminta mantan pebasket Satya Wacana Metro LBC Bandung, Jerry Lolowang, agar tidak menyerah dan terus berjuang melawan kanker testis yang tengah dideritanya.

Sebagai teman seprofesi, Rony merasa memiliki tanggung jawab untuk membantu rekannya tersebut. Dia turut menyumbangkan jersey putih saat bermain di timnas untuk dilelang pada acara amal yang digelar oleh komunitas peduli kanker, We Care and Share, di Sarinah, Thamrin, Jakarta, Minggu (6/10/2013).

"Kenal dekat sih enggak, tapi saya tahu dia (Jerry) orangnya cerewet dan bawel. Dia juga luar biasa, tidak seperti orang lain yang terkena kanker. Dia bisa tetap optimistis," kata Rony saat ditemui Kompas.com.

Selain itu, Rony juga mengirimkan pesan untuk Jerry yang saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit khusus kanker Mount Miriam di Penang, Malaysia.

"Berjanjilah pada kami, jangan pernah menyerah dan jangan sekali pun ada perasaan ingin menyerah. Harapan kamu harus lebih kuat daripada penyakitmu. Pikiran yang positif pasti akan memengaruhi kondisi fisik, itu yang saya tahu," kata Rony.

Selain Rony, pemain streetball, Richard Leo Latunusa aka Insane, juga mengungkapkan kekagumannya pada Jerry. "Dia adalah pebasket yang berbakat dan selalu kerja keras. Sebenarnya dia sering datang melihat streetball dan ingin ikut. Tapi, sebelum itu dia keburu sakit. Saya tidak menyangka dia terkena kanker. Kenapa harus Jerry? Tapi, Tuhan pasti punya rencana sendiri."

"Tuhan tahu yang terbaik untukmu, jadi terus berjuang dan kalahkan penyakit itu. Hidup memang cuma sekali, tapi kamu tidak akan menyesal kalau sudah menjalaninya dengan sepenuh hati," pesan Richard untuk Jerry.
Editor : Pipit Puspita Rini

Dikarang oleh : Indahwd pas Selasa, Oktober 08, 2013 0 komentar

Jerry Lolowang: Saya Tidak Kaget Ketika Dinyatakan Menderita Kanker

  • Minggu, 6 Oktober 2013 | 14:02 WIB
Mantan pebasket Satya Wacana, Jerry Lolowang, yang tengah menjalani pengobatan kanker testis di Penang, Malaysia. | JERRY LOLOWANG
PENANG, KOMPAS.COM - Jauh sebelum kanker testis yang kini tengah menggerogoti tubuhnya, Jerry Lolowang sudah pernah berhadapan dengan tumor. Mantan pebasket Satya Wacana Metro LBC Bandung (dulu Salatiga) ini pernah menjalani pengangkatan tumor pada kaki, ketika berusia 13 tahun.

Sejak itu, pria bernama lengkap Jerry Natanael EB Lolowang ini dinobatkan sebagai Duta Kanker Anak untuk kota Solo, karena termasuk cancer survivor, bahkan bisa berprestasi sebagai atlet.

Tumor yang jauh lebih ganas kini menyerang cowok kelahiran Solo, 17 Desember 1986 tersebut. Tetapi, masih seperti dulu, semangatnya tetap tinggi. Dia bertekad bulat untuk berjuang melawan penyakit ini. Jerry menjalani pengobatan di rumah sakit khusus kanker Mount Miriam di Penang, Malaysia.

"Sebenarnya saya dari dulu sudah tahu dan siap andai kata Tuhan mengijinkan saya menderita kanker. Nenek saya dari garis keturunan Mami saya, adalah penderita kanker. Mereka sembilan bersaudara dan delapan di antaranya menderita kanker," aku Jerry dari Penang, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (5/10/2013).

"Nenek saya adalah bukti keajaiban Tuhan. Dia bisa sembuh dari kankernya meski tidak menjalani pengobatan ke dokter. Itulah yang menyemangati saya untuk sembuh seperti nenek saya," lanjut penggemar klub sepakbola asal Italia, Juventus ini.

Meski dengan cara yang berbeda, Jerry mengaku sudah merasakan keajaiban Tuhan. Dia tidak menyangka akan banyak sekali mendapat dukungan dari banyak pihak, dalam bentuk apapun. Banyak pemain basket Indonesia yang menyumbangkan bajunya untuk dilelang, demi mendapatkan dana yang akan disumbangkan pada Jerry.
Editor : Pipit Puspita Rini

Dikarang oleh : Indahwd pas Selasa, Oktober 08, 2013 0 komentar
 

HWD☮ Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos